Title : Having An Affair
Author : Tiffa0711
Genre : Romance
Rating : PG – 13
Length : On writing
Cast :
· - TOP
/ Choi Seunghyun
· - SOL
/ Taeyang / Dong Yong Bae
· - D-Lite
/ Daesung / Kang Dae Sung
· - Victory
/ Seungri / Lee Seunghyun
· - G-Dragon
/ Kwon Ji Yong
· - Tiffany
(OC) <-- author ngeksis
Note : Jujur, fanfic ini dibuat dengan
kesotoyan tingkat dewa author tentang masalah perselingkuhan. Alhamdulillah yah
selama ini author ‘belum’ pernah selingkuh dari Seungri :3 #ditabok
***
‘It’s
tell about..
one game.. one player
and five boys’
Perlu
kutekankan sekali lagi, 5 BOYFRIEND.
Dan
yang lebih tak bisa dipercaya lagi, kelima lelaki ‘kurang beruntung’ yang hanya
berposisikan ex-boyfriend itu merupakan anggota grup boy band terkenal, Big
Bang. TOP, G-Dragon, Taeyang, Seungri, Daesung, itulah nama kelima lelaki
tersebut. Ck, ck, ck, unbelieveble right?
Si
gadis ‘beruntung’ yang telah menakhlukkan hati kelima superstar itu bernama
Tiffany. Gadis berkewarga negaraan Indonesia yang kini genap berusia 23 tahun
itu berkencan dengan seluruh member Big Bang selama hampir setahun.Hebatnya,
diantara mereka berlima belum ada yang tahu jikalau mereka telah berpacaran
dengan satu gadis yang sama.
Well,
many things occur during Tiffany having a date with 5 Big Bang members.
Having
an affair, is start..
-
Di
sebuah salon ternama tampak keramaian pengunjung yang mayoritas wanita. Di
pojok salon, tampak seorang gadis berwajah indo-korea dengan hair blow di
kepalanya. Pada meja rias di hadapannya terdapat 5 buah hape berbeda yang
berkepemilikan gadis tersebut. Salah satu hape berwarna hitam putih dengan
gantungan hiasan kepala panda berbunyi.
‘Oh! oh oh oh, Oh! oh oh oh! Jigeumi
ne insaeng choegoui seontaek Ow! V.V.I.P. rock with me (Hey!) V.V.I.P. come
join with me’ (ringtone
VVIP – Seungri)
“Yeoboseo?”
“Ms. Panda! Kau dimana? Aku rinduuuu
sekali padamu!” ucap
seorang lelaki di ujung telepon dengan nada manja.
“Aish,
jinja. Kita baru saja bertemu 2 hari yang lalu. Kenapa kau manja sekali uh?”
“Ya~ tidak boleh? Aku ‘namjachingu’mu.
Ayo kita kencan! Kajja~~”
“Ahniyo!
Lebih baik kau istirahat! Kau pasti lelah sehabis konser di sana-sini. Dan juga
jangan lupa rajinlah makan sayuran! Agar lingkaran hitam di bawah matamu itu
hil`ng, arraseo!”
“Aaah~ baiklah. Ms. Panda, kau memang
yeoja-ku yang perhatian, seperti Jiyong-hyung saja~ Kalau saat ini kau di
sebelahku, pasti aku akan memelukmu. Haha.. Hey! Kau juga harus—“
“Seungri-ah!
Sudah dulu ya, ada panggilan masuk. Ini penting dari bossku! Annyeong!” ujar
gadis itu, yang sebenarnya merupakan kebohongan.
-
Gadis
itu segera menutup flip ponselnya, dan dengan cekatan mengambil sebuah
blackberry yang tengah membunyikan nada deringnya.
‘Baby!
Listen to your heart, won’t let you down. Cause you should be my Lady! Now that
we’re apart love will show how. Life carries on…’ (ringtone
Wedding Dress – Taeyang)
“A-ah, Tiff-ssi. Anu, ada yang ingin
aku bicarakan.” Ujar
suara di ujung telepon dengan agak bergetar canggung.
“Sudahlah,
kita sudah 6 bulan lebih pacaran. Kenapa kau masih saja canggung dan
menggunakan bahasa formal, bahkan masih memanggilku ‘Tiff-ssi’. Haha.. Apa yang
ingin kau bicarakan?”
“Emm.. hemm.. apa ya? Aku lupa.” Gubrak!
Si
gadis hanya bisa tersenyum gemas mengetahui ‘kepolosan’ pacar keduanya itu.
“Ahahaha.. kau ini memang sangat innocent! Coba kau ingat-ingat! Mungkin saja
itu penting.”
Selama
10 detik terjadi keheningan. “Ah, aku
ingat!” Seru lelaki bernama Taeyang itu yang hampir membuat kaget si gadis.
“Apa?
Apa??” sahut si gadis tak kalah antusias.
“Tiff, I Love You.”
Pernyataan
cinta itu meresap dengan mulusnya pada hati si gadis, membuat senyumannya makin
lebar. Ia yakin bahwa Taeyang pun tengah tersenyum saat ini. “Ne, nado—“ Belum
sempat menjawab, si gadis segera memutus sambungan, karena darh salah satu hape
yang terjajar acak dia atas meja ada yang berbunyi.
-
‘Baby
don’t cry, Baby don’t cry, Baby don’t cry~~’ (ringtone Baby Don’t Cry –
Daesung)
Si
gadis hendak mengucapkan ‘yeoboseo’ namun seorang laki-laki di ujung telepon
telah berseru duluan. “NOONAA!?”
Si
gadis menjauhkan hapenya sejauh mungkin mendengar teriakan menggelegar itu.
‘WAEEYOO, DAESUNGIE!?” teriaknya, membalas teriakan lelaki bernama Daesung itu.
Tapi yang ada dia malah malu sendiri karena ditatap oleh puluhan mata di salon.
“Aish, pabo! Kau mau membuat noona-mu ini tuli lalu mati karena menanggung malu
ya?!”
“Hwahaha... siapa suruh membalas
teriakanku! Btw, noona dimana?”
“Di
salon. Wae?”
“Wah, pantas saja di sini aku bisa
mencium bau harummu~”
“Haish,
berhentilah menggombal -__- Mengapa kau menelponku?”
“Ah, aku sakit. Bisakah kau datang ke
sini? Temani aku, please!”
rengek Daesung.
“Mwo!!?
Sakit apa?? Sudah ke dokter? Bagaimana keadaanmu!?”
“Tidak. Tidak. Tidak. Aku tak perlu ke
dokter. Mereka tak bisa menyembuhkan penyakitku. Ehem, sebenarnya ini penyakit
yang sulit disembuhkan, kecuali.. olehmu.”
Si
gadis memasang wajah cemas bukan main. Ia heran bagaimana bisa pacarnya yang
tengah sakit berat itu berkata hal seperti*dengan tenang. “YA! Jangan bercanda!
Cepat ke dokter! Atau—“
“Noona, aku sakit. Sangat sakit di
sini, di hatiku.”
Ucap Daesung melankolis. ”Aku sangat
ingiiin bertemu denganmu. Datanglah ke apartemenku dan sembuhkanlah
‘penyakit’ku ini, kumohon?”
“Kau
ini! Kau hampir membuatku mati ketakutan. Oke, tapi nanti malam aku ke sana.
Bye!” Ia langsung mencopot baterei ponselnya dan kemudian menghela nafas
panjang. ”Fiuuhh...”
-
Seorang
gadis berambut pirang di sebelahnya tampak keheranan dengan tingkah sahabatnya
yang sedari tadi gonta-ganti telepon sambil seny`m-senyum tak jelas. “Tiffany!
Ada apa dengan dirimu ini? Siapa yang sedang menelponmu tadi?”
“Eh?
Oh. Ah~ well.. ya.. seseorang. Hehe..” Gadis bernama Tiffany tampak gelisah,
berusaha menyimpan suatu rahasia.
“Aish,
kau ini kenapa sih? Kita baru bertemu hari ini setelah setahun lamanya. Tapi
kau malah menyimpan rahasia pada sahabatmu, uh.” Si gadis berambut pirang yang
bernama Yoori itu menggembungkan kedua pipinya, sebal. “Pacarmu, huh?”
Wajah
Tiffany sukses memerah. “Ng, i-iya.”
“Huwaa,
chukkae! Kenapa kau tak pernah menceritakannya padaku?” Yoori terdiam sejenak,
ia serasa ingat sesuatu. “Tunggu! Tapi, tadi kau sepertinya menelpon lebih dari
dua lelaki bukan? Apa jangan-jangan kau ini player??”
selidik Yoori setengah bercanda.
“A-apa
yang kau bicarakan, Yoori-ah!” Elak Tiffany. Yoori mengeluarkan tatapan
mengancamnya, sehingga Tiffany pun dibuat menciut olehnya. Ia menelah ludah
lalu manjawab dengan pasrah, “I-iya.”
“Aigoo!!
Tak bisa dipercaya?! Tiffany yang selama ini kukenal POLOS telah berubah
menjadi seorang playgirl kelas satu!
Hahaha... Pacarmu ada berapa? Siapa nama mereka?” tanya Yoori antusias.
“Emm,
lima.” Ia menghentikan ucapannya sejenak melihat ekspresi shock Yoori. “Nama?
Ah, aku tak bisa memberitahu. Lagipula jika aku mengatakannya kau tak akan
percaya.” Jawaban Tiffany, membuat kepala Yoori dipenuhi tanda tanya.
“Mwo?
Wae!? Aku sahabatmu! Aku janji akan merahasiakannya.”
“Huuh,
Baiklah.” Ia mulai berbisik pada telinga Yoori. “Dimulai dari pacar pertamaku,
Seunghyun, Taeyang, Daesung, Seungri, Jiyong.”
Yoori
terbelalak kaget, lalu tertawa kencang. “Hwahahahaaa!! Kau ini! Jangan
bercanda! Mereka itu superstar, member grup Big Bang! Sudahlah katakan yang
sejujurnya.”
“Aku
jujur. Huh, benarkan kau tak percaya.” Tiffany mengambil kelima hapenya dan
menujukkan layarnya yang menampilkan foto-foto Tiffany bersama kelima pacar
superstar-nya. Yoori tercengang dan memasang wajah bodohnya, namun tiba-tiba
seringaian muncul di bibirnya.
“Ha!
Jangan bodohi aku! Kau bisa saja berfoto bersama mereka sebagai fans! Haha..”
Tiffany
tak menanggapi, ia masih dengan wajah tenangnya. Tiba-tiba sebuah ponsel
berwarna putih berbunyi.
-
‘You’re my heart-heart-heart
heart-heartbreaker’
(ringtone Heartbreaker – G-Dragon)
“Yeoboseo,
Jiyongie?” sapa Tiffany.
“Haha..
Tiffany! Kau bahkan memanggil pacarmu dengan nama G-Dragon? Ckckck.. begitu
nge-fans-nya kah kau dengan GD?” gumam Yoori.
“Ya! Ma Lady? Ayo kita shopping ke mall! Aku dengar mereka
mendatangkan baju baru dari Perancis! Kau pasti suka!”
“Ah,
mianhae. Aku juga ingin, tapi sekarang aku sedang bersama teman lamaku. Lain
kali saja yaa~ Aku janji akan mentraktirmu ddeukbokki! Haha..”
“Oke, I know baby. Have a nice day! I
really jealous with your friend! You must pay it with ddeukboki, understand!”
“Ok,
sir. Ah tunggu! Hmm, aku punya satu permintaan.”
“Mwoya?”
“Err,
nyanyikan aku salah satu lagumu.”
“Wow! Ini kali pertama kau memintaku
menyanyi! Haha, okay. How about rap part ini Last Farewell.”
“Emm,
baiklah. Mian, aku bukan VIP, jadi aku tak terlalu tahu lagu-lagumu termasuk
Last Farewell Hehe..” ujar Tiffany pada Jiyong.
Tiffany
menoleh kepada Yoori yang sedari tadi memperhatikannya. Ia berbisik padanya,
‘Kau ingin pembuktian? Dengarkan ini!’ Ia menyeringai seraya memberikan
ponselnya pada Yoori.
“Chagi, aku mulai ya?” ucap Jiyong seraya memulai rapnya.
Yoori
mendengarkan rap Last Farewell dengan mata berkaca-kaca. Wajahnya merona merah.
Hidungnya kembang kempis penuh keantusiasan (?).
Saat
Jiyong menyelesaikan rapnya, Yoori menjerit histeris. “Oh my.. KYAA!!? Keren
seka—“
Teriakannya
itu sontak membuat Tiffany membungkam mulutnya dengan kasar. “Sst!” Yoori hanya
bisa menatap sebal ke arah Tiffany karena dengan seenak jidat ia menyumpal
mulutnya dengan handuk.
“Jiyong-ah!
Keren sekali!” seru Tiffany pada GD.
“Ahaha, tentu saja. Hey, siapa yang
berteriak tadi? Apa yang terjadi?”
“Ahni.
Bukan apa-apa hanya ada kucing nyasar saja :3”
“Aish, tampaknya si babon (Seungri) memaksaku pergi ke suatu tempat. Sudah dulu ya. Nanti kuhubungi lagi.
Bye babe! Muah :*” ucap Jiyong dan diakhiri dengan kisseu tak langsung.
“Annyeong,
muah :*” balas Tiffany dengan wajah berseri-seri. Sambungan telepon pun terputus.
-
“Yaa!
Apa-apaan kau ini?! Tega-teganya memacari Jiyong-ku!”
“Tidak
hanya GD, tapi juga Seungri, Daesung, Yongbae, dan TOP.” Jawab Tiffany penuh
kebanggaan.
“Aish,
jinja! Kau menyebalkan! Bagaimana mana bisa kau memacari 5 orang superstar
sekaligus! Mencari satu pacar saja sangat sulit, dan bagaimana bisa kau.. Arh.
Ehem, memangnya apa tekhnik rahasiamu hingga kau bisa menakhlukkan hati
mereka?”
“Hmm..
mudah saja.”
“Apaa??!”
“Kecantikan.”
Jawab Tiffany seraya mengibaskan rambutnya (?).
“Mwoo??
Kau bercanda!”
“Ahni,
benar.”
“Ayolaah,
apaa? Aku ingin meniru tekhnikmu!”
“Umm,
apa ya? Kau hanya perlu menjadi wonder
women.” Jawab Tiffany singkat, padat, dan jelas. Yoori menaikkan sebelah
alisnya, bingung. “Well, kau tahu. Hati seorang lelaki itu sebenarnya sangat
simple dan mudah di takhlukan. Kau hanya perlu memainkan alur demi alur
permainan dengan baik dan terampil.” Seriangaian kecil muncul di wajah polos
Tiffany.
“Omo!
Kau memang ratu para player! Haha.. Tapi apa mereka tahu kalau mereka tengah berpacaran
dengan satu gadis yang sama? Lalu apa tujuanmu berpacaran dengan mereka?”
“Kurasa
mereka tak tahu. Tujuan? Tidak ada. Pertama kali sih, aku tertarik dengan salah
seorang member dan sangat ingin memiliki pacar sepertinya.”
“Aigoo,
bagaimana awal mula kalian saling kenal dan lalu berpacaran?” Yoori mendekatkan
kursinya pada Tiffany, semakin tersulut api penasaran.
“Ah~
Aku tak bisa memberitahukannya. It’s secret. Haha..”
“Aissh!
Ceritakan padaku bagaimana kepribadian mereka dan pengalaman menarik kalian!”
“Tiffany
tersenyum memperlihatkan lesung pipitnya, “Oke, let’s start.”
-
(Tiffany
POV)
TOP-oppa,
ia selalu bisa membuatku sukses stress karena kecuekannya. Namun yang membuatku
tertarik adalah sifatnya yang pemberani, ia menolong orang lain yang sedang
kesusahan tanpa pamrih. Jika ada ketidak adilan di hadapannya, ia selalu
berusaha mengehentikannya. Aku pernah sekali ditolong olehnya, saat pertama
kali menginjakkan kaki di Korea. Dulu aku sempat ngeri melihat wajah dan
tatapannya yang tajam, namun sekarang malah aku dibuat luluh olehnya. Dibalik
itu, aku sering dibuatnya tertawa akan kepribadian 4D-nya, tidak, lebih
tepatnya 8D.
Daesungie,
si itik buruk rupa-ku sangat pandai dalam melawak karena tingkah lucu dan freak-nya. Dia adalah sumber kesialan dalam
kencanku. Setiap kami hang out, pasti ada saja masalah yang kudapat. Ia tipe
lelaki yang hemat, err.. bisa dibilang pelit juga sih. Yang paling kusuka dari
dirinya adalah senyumannya, tak salah para VIP menjulukinya smiling angel.
Senyumannya memang bisa membuat setiap gadis nge-fly. Banyak gadis yang menjadikan Daesung tipe ideal mereka, dan
jujur aku juga begitu.
Taeyang,
ia adalah tipe lelaki idaman setiap gadis, bahkan IU pun menyukainya. Beruntungnya
diriku bisa memilikinya, haha.. Ia lelaki yang baik, perhatian, religious,
tidak arogan, pendiam, sederhana, berbicara seperlunya, dan paling bisa
berfikir rasional. Ia sangat pandai bermain piano. Kami sering kali ‘menggila’
bersama ketika kami melakukan piano duet
ataupun battle. Yang paling kusuka
dari dirinya, adalah sifatnya yang pemalu dan mudah canggung jika dekat wanita.
Aku selalu dibuatnya tertawa oleh ke-innocent-annya. Last, ia tipe orang yang
‘mau tapi malu’. Hahaa..
Panda
kesayanganku, Seungri adalah tipe yang sangat manja, super bawel, menyebalkan
(terhadapku), dan terkadang arogan. Aku selalu dibuatnya ‘bertekuk lutut’
(kalah) saat berdebat dengannya. Saat pertama kali bertemu, ia bersikap sopan
dan pemalu, namun lambat laun ia mengeluarkan jati dirinya yang sesungguhnya,
menyebalkan. Aku selalu merasa menjadi noona-nya ketimbang pacarnya saat kami
kencan. Jujur, aku sangat menyayanginya, dan itu hanya sebatas hubungan kakak
adik, tak lebih. Ia dongsaeng yang sangat lucu dan manis. Kelakuan aegyo-nya
mampu membuatku tak kuat menahan senyum. Satu lagi yang perlu kau khawatirkan
ketika berada di dekatnya, ehm, sifatnya yang bocor dan selalu SKSD terhadap
gadis-gadis di sekitarnya.
G-Dragon,
ia lelaki yang memperlakukan kekasihnya dengan sangat romantis. Entah itu
dengan selalu menyanyikan/membuatkan lagu untuk sang gadis dan juga membacakan
puisi romantis. Tapi bagiku semua itu tak terlalu berpengaruh, aku bukanlah
gadis yang mudah dirayu. Ia paling hobi mengajakku shopping dan nyalon sana
sini. Yeah, derita pacar seorang fashionista. Ia lelaki yang sangat cool dan
punya karisma tersendiri, jika berada di dekatnya seolah ada suatu ‘atmosfer’
berbeda di sekelilingmu. Terkadang ia bisa berubah menjadi seorang umma yang
sangaat cerewet, perhatian, dan bahkan overprotective.
(Maaf,
kalau karakter mereka gak mirip sama aslinya .___.)
Yoori
menatap kedua mataku dengan mata berbinar. “Omo! Kau keren sekali Tiffany-ah!
Kau memang tauladan setiap wanita! (?) Tapi siapa di antara mereka yang paling
kau suka? Atau adakah satu diantara mereka yang berhasil membuatmu jatuh cinta?”
DEG.
Jantungku seketika berdetak dengan kecepatan super. Kata ‘jatuh cinta’ yang
diucap Yoori seolah telah menohok hatinya.
Falling
in love? Pernahkah aku merasakannya? Aku bahkan belum pernah memikirkan hal
tersebut. Selama ini aku hanya memikirkan kesenangan berpacaran, bukan untuk
hal yang serius.
“Kurasa
aku belum pernah.. jatuh cinta.” Aku menarik nafas dalam, lalu entah kenapa
sebuah senyuman mengembang di bibirku. “Kalau seseorang yang paling kusuka ada,
ia adalah—“
Ucapanku
terputus ketika pintu salon tergebrak dengan kasarnya hingga menimbulkan bunyi
“BRAKK” yang keras. Seluruh penghuni salon menatap kaget ke arah pintu na’as
itu (?). Aku speechless ketika menatap seorang namja tinggi yang mengenakan
pakaian penyamaran tebal itu. Lelaki tadi berjalan menuju diriku dan segera
menarik pergelangan tanganku.
“Hey,
ikut aku.”
“YA!
Apa-apaan kau ini? Kau siapa? Seenaknya tarik orang.”
“Aish,
jinja.” Ia berdecak kesal lalu tiba-tiba saja mendekatkan wajahnya ke depan
wajahku. Aku melotot kaget. Ia menurunkan syal tebalnya hingga memperlihatkan
tiga perempat wajahnya. Aku semakin tercengang. Tatapan itu, mata tajam itu,
aku tahu pemiliknya!
“Seung—!”
Pekikku namun lelaki berwajah tajam di hadapanku ini malah membungkam mulutku
dengan tangannya yang besar. “Emmm..humm...” erangku.
“Ssstt..
b-a-b-o! Ikut aku.” Bisiknya membuatku bergidik. Aku pun hanya bisa mengangguk
pasrah.
Tunggu,
aku melupakan seseorang! Yoori, makhluk itu kini tengah melongo dengan memasang
tampang blo’on-nya. Ia menatap lelaki di depanku takjub. Ia hendak berseru,
namun ia urungkan niatnya setelah mendapat tatapan dingin nan menusuk dari
lelaki di depanku ini yang tak lain dan tak bukan adalah TOP Big Bang, pacar
pertamaku. TOP menaikkan syalnya, kembali menutupi wajah tampannya.
Tak
lama kemudian, ia pun sukses menarikku keluar salon, meninggalkan para penghuni
salon yang masih tercengang. “Oppa! Apa-apaan kau ini! Kedatanganmu itu terlalu
mencolok! Bagaimana kalau ada netizen yang tahu?” seruku, namun seperti biasa
ia tak menanggapi.
Aku
berdecak sambil menggembungkan kedua pipiku kesal. Tiba-tiba ia malah menusuk
pipiku menggunakan telunjuknya, dengan tetap memasang tampang cool yang sulit diartikan. Aku
mendongak dan menatap sebal kedua matanya yang terus fokus pada jalan. Karena
tak ada respon yang berarti, kualihkan tatapanku pada jalan.
Tiba-tiba
ia mencubit pipiku. Namun saat aku menatapnya, ia kembali pura-pura tak tahu.
“Aissh.” Kualihkan pandanganku. Sekali lagi, ia mengerjaiku dengan diam-diam
menggelitiki leherku, titik kelemahanku. “Kyyaaaa!! Geli! Geli! Geli!” jeritku.
Saat aku untuk kesekian kalinya mengeluarkan tatapan membunuh padanya, ia hanya
pura-pura tak tahu ‘accident’ barusan, ia malah sedang asyik bersiul ria.
Rupanya
tak kehabisan ide untuk menjahiliku, tiba-tiba ia menarik tudung jaketku ke
belakang, sehingga membuat tubuhku ikut tersungkur ke belakang. “YAA!! OPPA!!?
KAU CARI MATI RUPANYA!!? AWAS SAJA! AKAN KUBERITAHUKAN IDENTITASMU PADA SEMUA
ORANG KALAU KAU ADALAH TO—“ Untuk kedua kalinya ia berhasil membungkam mulutku,
namun kali ini berbeda. Ia mengunci bibirku dengan bibirnya.
Kami
berciuman!
Saat
ia melepaskan bibirku, aku diam seribu bahasa. Astaga! Astaga! Apa yang terjadi
barusan?? Ini.. ini pertama kalinya dalam hidupku, TOP.. ia.. Argh! Kenapa aku
jadi galau begini!?
“Hati-hati
banyak orang yang memperhatikan.” Bisik TOP.
“La-lalu
kenapa kau malah menciumku! Lihatlah tatapan mereka pada kita!” ucapku diserang
perasaan malu luar biasa. TOP tetap tak menjawab. Kami kembali melanjutkan
jalan-jalan kami yang sempat tertunda karena ‘insiden’ barusan.
“Untuk
apa kau datang menemuiku?” tanyaku memecah keheningan.
“Tak
bolehkah seorang namja menemui yeoja-nya?”
Aku
menggerutu kesal. Selalu saja pertanyaanku dibalasnya dengan sebuah pertanyaan
bukannya jawaban. “Err, lalu bagaimana kau bisa tahu aku ada di salon?”
Ia
menghentikan langkahnya, dan langsung menatap lurus ke arah kedua bola mataku.
“Aku selalu tahu di mana kau berada dan kapan pun kau berada.”
GLEK.
Tatapan dan juga perkataan itu seolah menusukkan sebilah pedang pada jantungku.
Aduduh.. kenapa aku jadi ketakutan begini?? Kenapa jantungku berdegup hebat
begini? Ah, nampaknya aku keringat dingin.
Tiba-tiba
TOP tertawa keras, membuat tanda tanya besar di kepalaku. “Hahahahhaa... Kenapa
wajahmu jadi pucat dan tegang begitu? Aku hanya bercanda. Kau kira aku ini stalker?”
“Err,
ehehee..” Aku memaksakan tawa. Aih, siaga satu! Bagaimana ini kalau ia
benar-benar tahu apa yang sebenarnya?
“Kajja!”
Ia merangkul pundakku seraya menuntun langkahku menuju taman kota.
Aku
harus lebih berhati-hati.
-
Kencan
kami kali ini berjalan mulus seperti biasanya. TOP dengan wajah ‘cool tanpa
dosa’nya tetap saja mengusiliku, antah itu dengan menggelitikiku hingga aku
menjerit histeris, membuatku hampir terjungkal ke kolam, membuatku mati
ketakutan karena laba-laba, dan sebagainya. Menyebalkan sekali! But, that’s the
points that make our date feel adorable!
“Ya!!
Kembalikan sepatuku?!” teriakku pada TOP yang tengah kabur dari kejaranku.
“Tidaakkk!!! Jangan kau lempar ke kolam!! Kembalikan padaku, LEE SEUNG-HYUN!!?”
Tiba-tiba
langsung berhenti mendadak. Why? “’Lee Seunghyun’? Aku Choi Seunghyun! Kenapa
kau menyebut nama Seungri??” .____.
“Ah,
eh. Oh iya, a-aku lupa. Hehe.. mian. Nama kalian sama sih.”
Suasana
hening seketika. TOP terus menatap aneh ke arahku, sedang aku membeku ketakutan.
GLEK. Aish, gawat! TOP mulai curiga!
“A-ah,
oppa. Ayo kita ke photo box yang di sana!” Ajakku seraya menggelayut manja di
lengan TOP. Tanpa mengangguk atau apa, TOP langsung mendahului langkahku menuju
sebuah photo box yang bertengger (?) di dekat air mancur taman. Aku menghembus
nafas lega, ketika ekspresinya kembali santai.
“Err,
kita.. berfoto di tempat.. ini?” ucap TOP dengan memasang ekpresi ragu.
“Waeyo??
Oppa tak pernah ke photo box? Hahaha...” Tanyaku tepat mengenai sasaran. TOP
mengangguk tidak rela. “Kalau begitu ini akan menjadi pengalaman pertamamu!”
Aku memberi senyuman terbaikku sambil menggeret TOP.
“Hana..
dul.. set..! Cheese!” seruku diakhir dengan bunyi “CKRIK” dari mesin photo box.
“Aigoo, oppa! Kenapa ekspresi di fotomu selalu berwajah datar seperti ini! Kau
ini kan artis, seharusnya lebih ekspresif dong!”
“Err,
aku selalu canggung tiap berfoto denganmu.” Jawab TOP lirih.
Tawaku
meledak mendengarnya, “Hahaha.. aku tak akan memakanmu oppa! Kenapa kau harus
takut padaku? Oke, kita ulangi!”
“CKRIK”
“CKRIK”
“CKRIK”
Kami
mengambil banyak foto entah itu dengan ekspresi manis, cool, biasa, lucu,
bodoh, bahkan nahan(?). “Hwahahaa... hey, lihatlah fotomu yang ini! Posemu
nahan! Hahaha...” seru TOP diiringi tawa membahana.
“AA~~
Wae?? Kenapa aku bisa alay begini?? Waktu itu aku tak siap! Buang saja!”
“Aniyo,
aku akan menyimpannya, dan foto ini juga.” Ia menunjuk sebuah foto dimana aku
memasang ekspresi bodoh yang sangat memalukan.
“Astaga!
Jangan! Itu sangat memalukan!! Kenapa kau malah menyimpan foto-fotoku yang
memalukan?? Masih banyak fotoku yang berpose manis dan ‘normal’!!”
Ia
menatap kedua mataku dalam, seolah akan menelanku bulat-bulat. “Kau tahu,
sesuatu yang biasa malah akan mudah
terlupakan daripada sesuatu yang unik atau aneh. Aku ingin kenangan kita berdua
saat ini, tak pernah terlupakan.”
DEG.
“.....” Hening kembali. “Eh, ehehehe.. iya benar juga. Berarti semua sisa
fotonya harus kusimpan. Karena meski kau selalu memasang tampang cool, bagiku,
wajahmu itu selalu aneh.” Ucapku sambil tersenyum innocent.
“TUKK!”
Tiba-tiba saja TOP menyentil dahiku. Aku mengerang kesakitan, namun ia hanya
memasang wajah temboknya. “Aku ini idol korea tau! Jangan seenaknya menodai
ketampananku ini dengan kata-katamu.”
“Ne,
ne. Mian.” Ucapku sambil mengusap dahi tak berdosaku ini. “Umm, tapi emang kok,
wajahmu itu SANGAAAT ANEH!” Seruku seraya mengambil langkah seribu. Aku tertawa
penuh kemenangan.
“YAA!”
ia mengejarku, aku pun berlari lebih kencang lagi hingga....
“BRUUKK!”
Gotcha!
Aku menabrak sebuah palang!
Uh,
semuanya tampak berputar, seolah ada efek bintang-bintang yang mengelilingi
kepalaku. Pandanganku mengeblur, hingga akhirnya berubah menjadi hitam.
“HEY!
TIFFANY!! Kau masih—!!”
Sepenggal
seruan TOP masih terdengar, namun lambat laun kesadaranku hilang total.
-
Kudapati
diriku tertidur dalam posisi terduduk di sebuah kursi panjang taman. Aish, tega
sekali TOP meninggalkanku sendirian di sini! Dasar! Begitu cueknya dia itu pada
pacarnya! Ouh, kepalaku masih sakit karena kecelakaan tadi. Meski begitu kupaksakan
tubuhku berjalan.
“Kyaaa..!! Oh My God!! GD BIG BANG!!!”
“KWON JIYONG!! I LOVE U!!”
“G-Dragon! G-Dragon! G-Dragon!”
Sorakan-sorakan
riuh para fansgirl Big Bang memenuhi taman. Aku celingak-celinguk mencari
sumber suara, dan tak butuh waktu lama, aku dapat segera menemukan segerombolan
manusia yang mayoritas remaja wanita. Mereka semua memasang wajah shock dan
penuh antusias. G-Dragon kah yang mereka teriakan?
Tiba-tiba
gerombolan itu berlari ke arahku. Tanpa sempat menghindar lebih jauh, mereka dapat
dengan cepat menabrakku. Dengan tak manusiawinya mereka menendang-nendang
tubuhku yang tadi tersungkur di tanah. Nasibku ini bisa dibilang derita korban
fansgirl. Tuhan, inikah balasannya karena telah mengencani 5 orang idol?
“Minggir-minggir!!”
terdangar seruan seorang lelaki. Suara ini.. Suara cempreng ini.. (?) *plak*
Saar
kubuka mataku, kudapati para fansgirl itu tengah mengelilingiku tengah
menatapku dengan tatapan penuh ke-envy-an. Aku hanya bisa melongo keheranan. Oh
God, aku benar-benar mati sekarang! Mereka pasti tau kalau aku ini yeoja
brengsek yang telah memacari para member Big Bang!
Sebuah
tangan muncul di hadapanku. Aku mendongakkan kepala untuk melihat siapa
pemiliknya. Dan.. taraa.. kudapati seorang lelaki bertubuh kurus di depanku
yang tengah menyengir kuda. Ia memakai pakaian penyamaran dengan tebal namun
tetap terlihat fashinable. Aku sangat mengenal makhluk yang satu ini. Ya, dia
sang korean fashion icon, G-Dragon. Pacar ke limaku.
“G-Dragon...?”
gumamku lirih.
Tunggu!
Oh tidak! mereka.. apa mereka mau mengadiliku ramai-ramai? Lalu mengarakku
keliling Seoul?? OH NOOO!
TBC
***
Hiks..
hiks.. akhirnya slesei juga part ini.. *susut ingus* TT
Readers! Please jangan arak saya
keliling monas gara-gara FF nista ini ><v
Btw, aku seneng BANGET bisa bikin FF
yang menyesekkan & bikin ngenvy reader-deul^^ *dibakar VIP & Kpopers*
LEAVE
A COMMENT & LIKE IT! ^^ Kalian
boleh bash atau kritik yang macem-macem deh, pokoknya tinggalin jejak yaa! TT
*nangis di pojokan* *author ngenes* Inget, inget, neraka menunggumu para SILENT
READER hwahaha... *dilempar ke kutub*
JENIOUS READER : READ, COMMENT, LIKE,
APPRECIATE
SMART
READER : READ & COMMENT
VERY
VERY STUPID READER : READ without RCL *ke laut aja loe!!*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar