Rabu, 28 Desember 2011

[Fanfiction] Hug Me Once - Part 1

*btw, posternya kebalik .__. #sarap*
[Fanfiction] Hug Me Once
Title : Hug Me One
Author : Tiffa0711
Genre : School, romance, angst
Length : On writing
Cast : Rin (fictional character), Seungri (Big Bang), Hara (OC)
Rating : PG-13
***

“Argh! Sial! Besok ulangan fisika! Tak mungkin aku kabur lagi! Aish, kenapa di dunia ini harus diciptakan pelajaran fisika??” batin Seungri gelisah menanti ujian fisika esok hari.  Ia memang cerdas dalam banyak pelajaran, namun tidak dengan fisika.
“Chagi! Kau kenapa?” tanya seorang gadis cantik yang tengah bergelayut manja di lengannya.
“Ahni, aku tak apa.” Jawabnya berusaha tenang. “Hara-ya! Apa kau tahu anak di sekolah ini yang pintar fisika?”
“Waeyo?” Hara menaikkan sebelah alisnya, heran.
“Aku butuh seorang guru jenius yang dapat mengajariku fisika dalam sehari.”
“Eh?? Tak ada anak seperti itu di sekolah kita!” Hara terdiam sejenak, seolah ingat akan sesuatu. “Ah! Aku tahu! Tapi apa kau yakin akan meminta tolong pada dia..?”
“Tentu! Ini demi ulangan fisika terkutuk besok! Memangnya, siapa dia?”
“Dia sunbae kita, namanya..”
***
Seorang gadis berparas pucat dengan penampilan yang sangat sederhana, atau bisa dikatakan culun, tengah duduk dengan tentram di bangkunya, seolah tak menghiraukan hiruk pikuk kelas. Ia terus memandangi dengan cermat sebuah pot bunga yang terletak di dekat jendela. Tiba-tiba ia menghampiri pot itu dan menemuka seekor kumbang di atasnya.
�$9CHmm.. Annyeong, tuan kumbang!” Sapanya sambil tersenyum bodoh. “Kenapa kau selalu sendiri? Kemana teman-temanmu?” Gadis itu mendekatkan telinganya ke arah kumbang itu, seolah berusaha mendengar jawaban dari kumbang itu.
“Aah! Rupanya kau ditinggal oleh mereka? Ckckck, kasian sekali dirimu. Kau tahu, kita senasib. Aku juga tak punya teman, dan.. keluarga.” Ia menundukkan kepala. “Ehehehe.. kurasa kita bisa menjadi teman yang cocok! Tuan kumbang, Rin imnida!”  Ia membungkuk dalam.
“Oh ya, kau tahu.. blah.. blah.. blah..” Rin kembali berceloteh panjang lebar pada makhluk yang sudah jelas tak mengerti apa yang dikatakan Rin.
Tanpa disadari murid-murid sekelas yang dari tadi memperhatikan gerak-gerik Rin pun terkikik geli. Mereka memang sudah biasa menyaksikan fenomena abnormal dari seorang Rin. Karena hal itu pula, banyak di antara mereka yang senang mengisengi Rin. Namun anehnya, separah apapun kejailan yang dilakukan para murid itu pada Rin, Rin tak pernah sedikit pun meneteskan air mata.
“BRUK” Pintu kelas terbanting dengan keras dan muncul seorang laki-laki berparas tampan dengan lingkaran hitam di kedua matanya. “Ehem, annyeong haseo, sunbaenim!” Sapanya sambil tersenyum lebar.
Seisi kelas pun mengalihkan pandangannya pada lelaki itu, kecuali Rin tentunya.
“Eh, bukankah dia Lee Seunghyun anak kelas 11-A itu?”
“Dia dancer asal Gwangjoo itu?”
“Tampan!”
“Anak pendatang baru yang populer itu..”
“Ehm, perkenalkan, Lee Seunghyun imnida. Atau biasa dipanggil Seungri.” Ia kembali menunjukkan senyumannya. “Saya ingin bertemu Rin-sunbae, apakah ia ada di kelas ini?”
Semuanya menunjuk ke arah gadis yang sedang bersenda gurau (?) dengan kumbang itu. Seungri berjalan menujunya dengan kecemasan mendalam. “Ng, annyeong haseo, Rin-sunbae! Bisakah—“
“Ssstt!!” Seru Rin yang masih bersenang-senang dalam dunianya sendiri.
“Bisakah saya—“
“Ssssttt!!”
“Sunbae, bisakah saya—“
“DUGH!” Tiba-tiba Rin spontan memukul wajah Seungri yang berada di belakangnya. “YA! Tidak tahukah, aku sedang sibuk, huh??” Serunya emosi tanpa mengetahui bahwa yang dipukulnya sukses tepar di lantai.
“E-eh..?” -____-
***
Rin sangat menikmati ‘pemandangan’ yang ada di hadapannya kini. Ia berada di UKS, menunggu Seungri yang dari tadi pingsan. Ia terus menatap ke arah wajah tampan Seungri dan beberapa kali mengelus rambutnya. Entah apa yang dirasakannya saat ini, namun yang jelas, ia sangat gugup.
Ketika ia akan mengelus rambut yang menutupi dahi Seungri, tiba-tiba pergelangan tangannya dipegang oleh seseorang.
Seungri!
Dengan mata masih terpejam Seungri berkata, “Rin-sunbae, dapatkah kau membantuku?”
Rin yang salah tingkah spontan terlonjak kaget dan langsung menempel(?) tembok UKS layaknya tokek. Sunggu posisi yang konyol.
“Bisakah sunbae mengajariku fisika sehari ini?” tanya Seungri sekali lagi seraya bangkit dalam posisi terduduk.
“Ah, eh..” GLEK. Rin yang tak terbiasa berkomunikasi dengan orang lain pun speechless, hingga akhirnya mengangguk pasrah.
“Jinjayo!! Gomawo—” Seungri melompat girang dan hampir memeluk Rin. Namun ia urungkan niatnya, melihat sunbae-nya telah membeku. “Kamsa hamnida, sunbae!” Lanjutnya sambil tersenyum lebar. Senyuman yang berhasil membuat jantung Rin berdegup tak karuan.
***
Seorang siswa dengan seragam acak-acakan tengah berlari di koridor sekolah dengan tergesa. Ia sedang mencari seseorang. Akhirnya ia pun berhenti berlari ketika mendapati sosok yang dicarinya –seorang gadis yang tengah menatap kosong jendela koridor.

“Rin sunbae! Jeongmal kamsa hamnida!” Refleks ia memeluk gadis itu saking girangnya.

DEG. Sedang gadis itu hanya bisa melotot kaget dalam pelukannya yang tak terduga itu.

“A-a..ap—“ ucapnya terbata.

“Ah, eh, mianhae, sunbae! Aku tak bermaksut..” ujar Seungri seraya melepaskan pelukannya. Ia terkekeh pelan dan kembali menunjukkan senyumannya. Ia memperlihatkan gigi-gigi gingsulnya –membuat wajahnya tampak semakin manis.

“Ehem begini, KAMSA HAMNIDA, SUNBAENIM!” Lanjutnya sambil menggenggam erat kedua tangan Rin. “Jeongmal kamsa hamnida! Berkat sunbae aku menadapat nilai 90! Wuhuuu!! Ini benar-benar keajaiban! Sunbae memang guru yang hebat!”

Rin langsung menghempas tangannya dan lalu berbalik badan. Salah tingkah. “Ah, itu.. anu.. yah.. s-sama-sama..”

“Kapan-kapan jika aku kesulitan, bolehkah aku meminta bantuan sunbae?? Boleh?? Boleh yaa??” pinta Seungri. Rin mengangguk pasrah. “Sekali lagi, kamsa hamnida!” Serunya seraya melenggang pergi.

Sekujur tubuh Rin bergetar hebat dan ia pun terjatuh kemudian. Ia bingung. Sangat bingung dengan yang dirasakannya saat ini. Ini terasa sangat aneh dan.. random. Hatinya seolah diselubungi berbagai warna pelangi. Jika dalam komik, mungkin akan terdapat banyak bunga yang mengitarinya.

Perasaan ini membuat Rin menginginkan satu hal. Ia ingin Seungri. Ia ingin lelaki yang telah mengisi kekosongan di hatinya itu memeluknya kembali.

TBC

***

Hwaaa.. ughh.. nggg... hadeeh.. gimana fanfic satu ini?? Satu kata. Horor abiieezz.

Meski ‘horor’ gini, tapi pliss komen yaaa!! ASAP!

Bagaimana kah kelanjutannya? Apa yang akan dilakukan Rin agar mendapatkan pelukan dari Seungri? Terus setia nantikan FF ini! :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar