Kamis, 17 November 2011

[Fanfiction] Eternal Hearts (1st chapter)

Title : Eternal Hearts
Author : Tiffa0711
Genre : Fantasy, romance
Cast : Victoria as Elle, Nichkhun as Nick
Length : two-shot
Rating : T
Disclaimer : Ide cerita kuambil dari novel Eldest-nya Christopher Paolini~^^
Note : Sorry if this FF very very bad! I’m not good to make romance fantasy story. Kekeke… I just wanna try to make a different ff genre.  Elf di sini maksutnya semacam makhluk fantasy bukan ELF fansclub-nya suju yaa~^^
………………………………………………………………………..
“ Please, don’t wake me from my eternal sleep… “


(Prolog)
‘Once upon a time’ mungkin itulah kata-kata yang akan memulai kisah ini. Kisah seorang wanita yang tinggal di tengah hutan belantara –yang biasa disebut masyarakat sekitarnya hutan Wynfrith, Luas hutan itu mencapai sepertiga wilayah kerajaan Aelfric, jadi bisa dibilang tempat itu sangat luas. Hutan Wynfrith, berarti joy and peace –tempat kegembiraan dan kedamaian menyertai setiap penduduk atau pengunjungnya. Namun malah kebalikannya. Hutan ini dikenal terkutuk, angker, mengerikan, dan berbahaya untuk dipijaki sembarang orang. Banyak orang percaya banyak mitos mengenai penyihir-penyihir jahat dan tak waras yang sering kali membunuh dan menyiksa banyak orang asing yang menjajaki wilayah kekuasaannya. Mungkin seperti semacam nenek sihir.
Hmm… meski begitu, percayakah kalian, bahwa di hutan ‘terkutuk’ seperti ini ada seorang wanita bahkan wanita itu merupakan seorang putri yang menetap di sana. Seperti putri Fiona atau Rapunzel yang disekap di sebuah tower dengan seekor naga yang menjaga? Tidak, dia tak disekap ataupun dengan terpaksa tinggal. Ya, dia dengan ke-keras kepala-annya menginginkan untuk menetap seumur hidup di dalam hutan itu. Semua keluarganya yang merupakan bangsawan tidak habis pikir dengan wanita yang merupakan putri mahkota kerajaan Aelfric itu.
Oh ya, aku lupa memberi tahu kalian, Aelfric merupakan sebuah kerajaan yang berisi makhluk-makhluk fantasi seperti para kurcaci, naga, dan sebagian besar merupakan elf. Elf jugalah yang mengatur roda pemerintahan. Selama beberapa abad ini mereka hidup berdampingan dengan rukun, meski terkadang ras naga sering kali membuat ulah terhadap pertenakan kurcaci. Ah, sedang manusia? Di mana mereka? Berabad-abad yang lalu para manusia, elf, kurcaci, dan naga memang bersatu membentuk sebuah negara yang kokoh. Namun suatu raja dari kerajaan manusia melakukan penghianatan yang menyebabkan pihak elf, kurcaci, dan naga mengalami pertumpahan darah dan kerugian sangat besar. Karena ‘penghujatan’ itu, mereka pun membentuk kerajaan baru tanpa adanya manusia yang diberi nama ‘Aelfric’ (Elf ruler) dan rajanya bernama Vanir Le’veille.
Cukup penjelasan panjang lebar mengenai hal itu, kembali ke topic. Wanita yang hidup di tengah hutan Wynfrith itu bernama Elle, Elle Le’veille, putri mahkota kerajaan Aelfric, dan anak semata wayang raja Vanir Le’veille. Elle, elf wanita itu telah berusia hampir seratus tahun, namun wajahnya tampak seperti remaja berusia 17 tahun. Itulah takdir yang harus diterimanya, immortal –tak bisa mati, meski ia masih bisa sakit parah sehingga mati ataupun terbunuh. Tapi tetap saja, meski tubuhnya awet muda tapi hatinya tetap bertambah rapuh seiring berlalunya tahun. Jiwanya terasa tersiksa akibat kemampuan immortal itu –yang dianggapnya kutukan. Teman-teman masa kecilnya yang tumbuh bersamanya menjadi semakin tua, keriput, beruban, dan ringkih hingga akhirnya tewas sedangkan Elle, ia terus menjadi remaja berusia 17 tahun, selamanya. Bahkan hal itu juga terjadi pada mendiang ibunya. Kemampuan hidup abadi itu merupakan warisan turun-temurun kelurga kerajaan Le’veille. Elle amat sangat membenci hidup abadi hidupnya terasa hampa dan tanpa tujuan karenanya, sehingga sering kali ia mencoba membunuh diri dengan meminum ramuan beracun, menyayat pergelangannya, dan sebagainya. Namun rupanya sang ayah yang merupakan penyihir hebat telah memantrai anaknya dengan mantra pelindung. Hm.. nampaknya sang raja adalah ayah yang lumayan overprotective juga pada anaknya.
……………………………………………………………………….
“Hossh.. hosh.. “ bunyi nafas tersengal-sengal itu terus menggema di antara satu pohon dengan pohon lain. Rimbunnya pepohonan besar menghalangi cahaya matahari sore sehingga yang berhasil menerobos masuk, menyisakan garis-garis lurus cahaya keoranyean.
Di tengah hutan Wynfrith ini, tampak terjadi aksi kejar-kejaran antara seorang gadis dengan beberapa pengawal kerajaan yang bertubuh jangkung. Si gadis bertelinga lancip itu mengenakan gaun merah maroon panjang yang tampaknya malah mempersulit larinya. Rambut hitam panjangnya yang terurai berantakan, terus berterbangan di sekitarnya hingga menutupi wajahnya. Pada wajahnya gadis elf itu terlukis kecemasan, ketakutan, amarah, sekaligus ambisi.
Ya, ambisi untuk mendapat kebebasan –terbebas dari kejenuhan dalam kurungan kerajaan. Selama bertahun-tahun ia tinggal di kediaman para bangsawan kerajaan di ibukota Aelfric, yaitu Edda. Dan selama itu pula, segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia sosial dibatasi. Bahkan ia tak memiliki teman di luar kediamannya, teman yang ia miliki hanya beberapa pengawal wanita yang kini sudah tua. Ia tak pernah bisa menikmati keindahan dunia di luar istana. Itulah yang menyebakan dirinya kabur ke dalam Hutan Wynfrith, tak peduli seberapa berhayanya tempat terkutuk itu. Karena yang dipikirkannya hanya satu, ‘kebebasan’.
“Aish.. sial! Berhentilah mengejarku! Dasar pengawal menyebalkan! Ayah juga, kenapa ia menganggapku seolah anak kecil ingusan yang lemah?!” Gadis itu bergumam, merutuki betapa menyebalkannya nasibnya itu. ‘Ah, aku sudah tak mampu berlari.. bagaimana ini? Mereka semakin mendekat!’ ucapnya dalam hati. Rasa lelah dan pegal luar biasa menggerogoti tubuh pucatnya. Pandangannya mengabur karena pening berat yang bersarang di kepalanya.
Tubuhnya yang kurus sekaligus lunglai mulai kehilangan kendali kakinya, sehingga menyaduk sebuah akar pohon besar yang menonjol di permukaan tanah.. “BRUGHH..”
“Argh..” Ia terkulai lemas di tanah. Darah mengucur di kedua kakinya. Tak berdaya untuk bangkit lagi. Rasa sakit itu terlalu menguasai tubuh dan pikirannya.
‘Aah.. nampaknya aku akan dibawa ke istana lagi.. ini sudah kesekian kalinya aku melarikan diri, pasti setelah ini ayah akan memperketat pengamanan.. huh, padahal feeling kali ini usahaku akan berhasil..’ ucap gadis itu dalam hati. Ia hanya bisa pasrah menerima keadaan. Selama beberapa detik ia tetap dalam posisi sebelumnya, menunggu kedatangan para pengawal kerajaan.
Drap.. Drap.. Bunyi langkah kaki itu terdengar jelas di telinga runcing gadis itu. Ketakutan mencengkeramnya.
Srek.. srek.. Tiba-tiba muncul sebuah kepala dari balik semak-semak. Si gadis hampir menjerit mendapati hal itu –namun laki-laki yang muncul tiba-tiba itu langsung membekapnya.
“Hmph… hepavkan!!” jerit si gadis yang mulutnya masih dibekap oleh tangan si laki-laki.
“Apa?” tanya si laki-laki karena kebingungan dengan kata-kata si gadis.
Saking kesalnya, gadis itu langsung menggigit tangan si laki-laki.
“Aww!” jerit si laki-laki kesakitan, sehingga ia langsung melepaskan tangannya.
“Huh, makanya lepaskan!” ucap si gadis ketus.
“Ssstt.. diam! Mereka bisa menemukan kita!” ucap si laki-laki pelan. Tiba-tiba ia menarik tangan si gadis elf itu, namun si gadis hanya terdiam kebingungan sambil menatapnya nanar. “Aish, hey! Kau butuh pertolongan kan? Jadi ayo, ikut aku!” Ia pun segera menariknya paksa.
Si gadis melepaskan tangannya dengan paksa. “Tak berguna. Tak berguna. Percuma, kau takkan mampu menghadapi para pengawal kerajaan!” ucap si gadis. Tanpa ia sadari air mata telah membanjiri wajahnya.
“Hey, Nona Elf, tak seharusnya wanita tangguh sepertimu menangis.” ucap si laki-laki bertubuh jangkung itu berusaha menenangkan. “Aku tahu kau ingin bebas bukan? Jadi teruslah maju kalau kau ingin mendapatkan apa yang kau mau. Aku percaya keinginan kita pasti akan terkabul, jika kita terus berusaha semampu kita. kau harus berani mencobanya. Apa gunanya kita berdiam diri di sini? Lebih baik kita segera kabur. Rugi sekali jika kau harus gagal di tengah jalan, padahal kau sudah berusaha sampai sejauh ini. Ayo, Nona Tangguh!” Ia menyentuh wajah sang gadis dengan kedua tangannya, lalu kedua ibu jarinya bergerak untuk mengahapus air mata di sekita mata sang gadis. Karena perlakuan itu, wajah si gadis tiba-tiba bersemu.
Si laki-laki pun segera menggenggam tangan si gadis dan menariknya dengan lembut. Namun..
“Uh, kakiku terluka..” rintih si gadis.
Si laki-laki itu pun berjongkok di tanah memunggungi si gadis. “Ayo naik, nona. Kau akan menjadi wanita pertama yang telah kugendong. Hahaha..”
Wajah si gadis kembali memerah bahkan lebih merah. Dag Dig Dug. Entah perasaan apa yang kini bergelut dalam hatinya. Seumur-umur perasaan itu tak pernah dirasakannya. Akhirnya ia segera naik ke punggung si laki-laki. Tak diduga, perasaan itu semakin menjadi. Saat ia menghirup aroma harum rambut serta pakaian yang dikenakan si laki-laki, ia terasa terhipnotis. Namun, rasa lelah menyerang dirinya, sehingga ia pun tertidur dengan kepala berada di pundak lebar sang laki-laki. Pandangannya pun menggelap seketika.
………………………………………………………………………..
Tubuh si gadis menggeliat-geliat gelisah, keringat bercucuran di dahinya, wajahnya memucat, dan cairan bening dari matanya menetes. Mimpi buruk terus menyerang dunia lama bawah sadarnya “Uh, uh, ibuu!” Akhirnya, si gadis pun terbangun dengan posisi terduduk.
“Eh? Sudah bangun? Hmm.. tampaknya kau mimpi buruk?” tanya seorang laki-laki di hadapannya.
“Huh, bukan urusanmu.” jawab si gadis ketus.
“Ah, baiklah. Oh, ya, siapa namamu?”
Si gadis tercengang mendengar pertanyaan itu. Mana mungkin tidak ada yang tahu siapa dirinya. Dia anak seorang raja Aelfric, Elle. “Kau bukan orang Aelfric, eh?” Bukannya menjawab Elle malah mengajukan pertanyaan.
“Ah, hmm.. iya. Aku manusia. Boleh aku tahu siapa namamu, miss?” ujarnya datar dengan wajah innocentnya.
‘Apa? Manusia ini? Kenapa dia tenang-tenang saja berada di sini –di wilayah yang sudah sangat jelas anti terhadap manusia. Aku curiga ia berniat buruk dan akan mencelakakan masyarakat Aelfric. Aku harus.. membunuhnya!’ batin Elle.
………………………………………………………………………..
Huft.. akhirnya selesai juga part ini..
Sorry banget gak seru, ngebosenin, gak jelas, dan sejenisnya lah (._____.”)
Saya ngebuat FF ini dengan memutar bahkan ngebolak-balik kepala abis-abisan, perjuangan banget deh buwat FF ini, jadi coment yaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar