Kamis, 17 November 2011

[Fanfiction] Master of Love (1st part)

Title : Master of Love
Author : Tiffa0711
Genre : Drama, school, friendship, romance (?), comedy *borong semua genre*
Cast : Sung Hara (OC/Author), Cho Kyuhyun (Super Junior), Lee Donghae (Super Junior), Kim Hana (OC), other Super Junior member
Length : Series
Rating : T
Disclaimer : Plot is mine,
Credit : I edited the poster :D #dorky??
PS : Annyeong readers? Di FF ini castnya ada saya dan Kyuhyun. Hehe.. Mungkin kalian sering baca FF yg castnya Kyu juga. Yeah, itu membuktikan banyak SparKyu di Indonesia! Nah, di FF ini supaya kalian gak bosen saya mau ngubah (dikit) imagenya si Kyu, tapi tetep gak ketinggalan sama yg namanya PSP. Oya, di sini anggep aja Kyu managernya SJ yak? (?) Daripada banyak cincong, so lets check it out!
Happy Reading! Comment & Like it!
Say, YEAH!!
………………………………………………………………………..


(Hara POV)
“Ya! Hara-ya! Jangan kau rusak wajah tampan Donghae-ku!” seorang gadis berkacamata di sampingku tengah mengomeliku habis-habisan dengan suara melengkingnya.
“MWO!? Aku hanya melukis wajahnya sesuai dengan foto itu, huh!” ucapku ketus seraya menunjuk selembar foto ditepi kanvasku.
Foto itu bergambar seorang lelaki tampan yang sedang tersenyum sambil memegangi topinya –ia adalah Donghae, anggota boyband korea yang terkenal yaitu super junior, idola dari berjuta-juta ELF ataupun Fishie di dunia. Gadis di sampingku ini, Kim Hana –salah satu dari mereka bahkan sangat fanatic. Tiap hari ia selalu saja membicarakan suju, bahkan saat ini memaksaku melukis Donghae. Aish, aku sangat tak berminat melukis seseorang, bagusan juga melukis sapi, tapi Hana –yeoja itu kalau sudah ada maunya, pasti sangat sulit ditolak.
“Ya! Kalau kau terus mendesakku, malah akan kurusak wajah Donghae-mu ini!” lanjutku pedas.
“Aissh, iya, iya.. Lagian kalau kau sudah menyelasaikan lukisanmu itu dan hasilnya ‘BAGUS’ aku ingin membawanya saat super show 4 nanti! Lalu mungkin akan kuberikan pada Donghae-ku seusai konser.. Bagaimana? Itung-itung promosi lukisan, bisa saja mereka menyukainya dan tertarik membeli lukisan-lukisanmu?? Ayolah, kumohon?” jelas Hana dengan mata berbinar. Aku mencerna perkataannya dengan cermat.
“Hmm.. kenapa kau menekankan kata ‘BAGUS’ tadi? Apa kau tak percaya pada ‘TALENTA’ku, huh?” ucapku congkak.
“Hehe.. piece~ Hara cantik, baik hati, tidak sombong, rajin menabung, dan rajin membantu orang tua (?)… Aku percaya kok.. suwer sekewer-kewer dueh! (?)” ucapnya merendahkan diri. “Jadi bagaimana? Kau mau kan?”
“Hmm.. kau tahu, ini kali pertamanya aku menggambar ‘seseorang’ dan bahkan ‘seorang pria’. Hauft.. padahal kau tahu kan, aku err.. agak anti dengan yang namanya pria apalagi yang seperti Donghae–“ ucapku masih berkutat pada kanvas.
“Mworago!? K-kau.. kau lesbi begitu?” pekiknya.
“PLETAKK~”
“YA! Kau ini pura-pura bodoh, atau memang bodoh sih? Tentu, TIDAK! Haish, jika kau berkata seperti itu lagi palet dan kanvasku siap melayang ke kepalamu!” gertakku. “Aku hanya tak suka sifat kebanyakan laki-laki yang tak dewasa, dan biasanya mereka yang berwajah tampan kebanyakan adalah plaboy. Jadi singkirkan pikiran negatifmu itu!” ceramahku tak kalah dengan Aa’ Gim (?).
“Ah~ ne, Hara-ya! Mianhaeyo!”
“Ah, ngapain ngomongin laki-laki sih? *padahal dia sendiri yang mulai -_-* Oke, kembali ke laptop! So, baiklah, karena kau sahabat baikku, aku mau melukiskannya untukmu.” ucapku sambil tersenyum simpul.
“Jinjjayo?? Gomawoyo Hara-ya!” ucapnya seraya memelukku dari samping.
“Ya! Aku masih normal! Ukh, menyingkir.. aku.. tak bisa.. bernafas” pekikku sehingga ia segera melepas pelukannya. “Uhuk.uhuk.. sepertinya kaulah yang lesbi!”
“Hehehe… aniyo! Kita kan sahabat~” ujarnya sambil tersenyum dan mengedip-kedipkan matanya (?). Hii… aku segera mengalihkan pandanganku ke kanvas –daripada menyaksikan pemandangan ‘mengerikan’ itu.
Aku kembali focus pada sketsa lukisanku yang baru seperempat bagian jadi. Kuarahkan pensilku di atas kanvas dengan lincah hingga membentuk goresan-goresan lembut dan tebal. Lama kelamaan mulai terbentuk gambar wajah Donghae lengkap dengan lekukan-lekukan tertentu pada wajahnya yang merupakan ciri khas ketampanannya. Mata, hidung, mulut, telinga. sudah tergambar dengan lumayan sempurna, kini pensil yang kugerakkan beralih pada rambut serta topi yang melakat di atasnya. Seusainya, kugambar tubuhnya dan pakaiannya..
Sret.. sret.. sruk..sruk.. seett.. seett.. (?)
Beberapa menit kemudian..
Jreng jreng.. jadilah gambar seorang Donghae! Aku tersenyum mengamati hasil sketsa karyaku, gambar seorang laki-laki yang pertama! Kyaa.. Aku menjerit heboh dalam hatiku. Bangga juga senang. Hmm.. cukup memuaskan! (menurutku)
“Hanaa.. sketsa Donghae-mu sudah jadi~ Bagaimana? Bagus?” kataku girang.
“Zzzz…”
“Hana?” Kuarahkan badanku ke belakang. Omo.. anak ini udah ngorok duluan. Segitu membosankannya kah menyaksikan seorang pelukis berbakat sepertiku melukis?
Kugoncangkan kedua pundaknya, namun tak ada respon, ia malah mengigau sambil menyebut-nyebut nama Donghae. Haih, sebegitu ngefansnya dia sama si ikan itu.. Aku hanya bisa geleng-geleng (ajeb-ajeb) menyaksikannya memanggil-manggil nama lelaki itu. Sialnya dirimu Donghae, bisa-bisanya mampir ke mimpi yeoja sarap ini.
“YA!! KIM HANA-YA!! ADA KABAR BURUK! BURUK BANGET! SUMPEH! DONGHAEE–“ teriakku tepat di telinganya. Tampaknya ia segera terbangun setelah mendengar kata ‘Donghae’.
“MWO??! WAEYO? DONGHAE KENAPA??”
“DONGHAE! DONGHAE.. Donghae.. “ Ting, Donghae? Donghae kenapa ya? Sementara aku berfikir, Hana tampak menatapku shock, penasaran, sekaligus menggebu-gebu (?) “Eh, Donghae! DONGHAE PACARAN SAMA JUPE!?” teriakku kemudian.
“PLETAKK~ Hara-ya.. kau berhadapan dengan seorang Fishie..” ucapnya dengan nada mengerikan ala Ju’on (?)
“Huh, makanya bangun! Nih sudah jadi!” balasku seraya menyodorkan kanvasku. “Bagaimana?”
Ia langsung mengamati dengan cermat sketsa itu. “Hmm… Hara-ya, i-ini ini… “ Kurasa sebentar lagi ia akan memuji keindahan lukisanku haha.. “INI KENAPA SEPERTI MANGAA??” lanjutnya.
“Eh? Benarkah? Yah, kau tahu kan, ini kali pertama aku menggambar manusia, jadi mungkin tak akan terlalu mirip. Aku bingung detail wajahnya, yasudah kubuat seperti manga saja. Yasudah. Yang penting hasilnya bagus, kan?” ujarku datar.
“Err.. baiklah, aku suka.” jawab Hana singkat.
Akhirnya kulanjutkan berkutat pada kanvasku. Dimulai dengan mencelup kuasku pada cat minyak, lalu mencoletnya pada sketsa di kanvas dengan hati-hati.
Sreet.. Sreet..
Tiba-tiba diluar terdengar suara berisik para siswi yang sedang berlarian di sepanjang lorong sambil berteriak heboh. Aish, aku benci kegiatan melukisku diganggu! Dengan jelas aku dapat mendengar teriakan cempreng para siswi yang memekakkan telinga.
 “SUPER JUNIOR?? AKAN SEKOLAH KITA?”
“KYAAA!!? DONGHAE-OPPA, SIWONIE-OPPA, LEETEUKIE-OPPA…..?!”
 “SUJU, SARANGHAEYO!!? HUWAA!!”
“Hara-ya!! Super Junior! Mereka akan datang ke sekolah kita!! Ayo kita lekas ke depan sekolah!” Hana segera menarik paksa tanganku yang sedang menorehkan cat pada kanvas, alhasil goresan warna hitam panjang menutupi wajah tampan Donghae.
“YA! HANAA!! Lihat perbuatanmu! Kau merusaknya!” teriakku sambil memegangi kanvas dengan kedua tanganku yang bergetar karena shock.
“Aissh.. itu nanti saja! Ayo ke depan sekolah! Keburu mereka pergi!” Ia kembali menarik lenganku –padahal belum sempat kutaruh kanvasku pada tempatnya, jadi terpaksa kubawa benda itu. “Kyaa.. Donghae-oppaa! Tunggu akuu! Aku padamu!? (?) Huwaa..” teriak gadis di sebelahku kegirangan. Euphoria berlebihan..
Huuh… siapa saja sembunyikan aku! Untuk saat ini saja aku ingin menghindar dari gadis tak waras di sampingku ini. Uh, untuk saat ini aku malu sekali punya sahabat seperti dia.. Entahlah, lebih baik sekarang kupasang wajah tembokku.
Akhirnya kami sampai di depan gerbang utara sekolah. OMO. Hampir seluruh siswi sekolahku telah berdiri memadati gerbang sambil membawa umbul-umbul bertuliskan ‘We Love Super Junior’ dan sejenisnya. Eh? Darimana mereka mendapatkannya secepat ini?
Aku menyenggol Hana yang berada di depanku, “Ya! Mana Donghae-mu itu? Kenapa mereka berlum datang? Lagipula apa keperluan mereka datang ke sekolah kita, setahuku sekolah tak mengedakan event.”
Ia mengendikkan bahu, “Entahlah kata para siswi di twitter Suju akan datang ke sini.. yang kutahu hanya itu.. ”
“Lalu dari mana kau dan para ELF sekolah ini tahu mereka akan datang hari ini?” tanyaku lagi.
Ia kembali mengendikkan bahu, “Molla, aku juga baru tahu beberapa menit lalu, saat membuka twitter.”
Aku hanya bisa menggerutu, saat menunggu kedatangan 13 personel Suju itu ke sekolah kami.
“YA!! AKU SUDAH TAK SANGGUP BERADA DI ANTARA KERUMUNAN MANUSIA INI! AKU MAU PERGI! TAK PEDULI SUJU AKAN DATANG KE SINI ATAU TIDAK!?” Emosiku kembali mencuat, dan kuluapkan dengan berteriak-teriak ria –tak peduli berapa banyak orang yang menatapku aneh. Lalu aku pergi meninggalkan tempat terkutuk itu –dengan setengah berlari.
Namun seseorang menarik tanganku, “Hara! Ayolah–“
“ANIYOO!! AKU BUKAN ELF! DAN AKU BENCI MENUNGGU LAMA!!” teriakku lagi. Yeah, begitulah sifatku –mudah tersulut emosi. Dan harus kuakui Hana adalah satu-satunya orang yang dapat bertahan di dekatku saat aku sedang emosi.
Aku mengehempaskan tangannya, lalu berlari menjauh, tanpa kusadari kakiku telah mengantarku menuju depan gerbang timur sekolah..
Terdengar dari kejauhan Hana berteriak .. “HARAA!!? AWAASS..”
Kuedarkan pandanganku ke arah gerbang timur itu.. dan gotcha!! Sebuah mobil atau bisa dibilang van hitam melaju dengan kecepatan lumayan menuju diriku yang berada di tengah jalan.. Aku tak mampu menghindar karena jarak antara kami hanya 3 meter..
“KYAAA…” teriakku dalam waktu berselang beberapa detik hingga mobil itu…
“BRUGHH..” aku tersungkur ke belakang saat mobil itu berhasil mendorong tubuhku, meski tak terlalu kuat karena kurasa mobil itu sudah berusaha mengerem, tapi tetap saja sekujur tubuhku kaku-kaku dan gemetar hebat. Shock bukan main.
Eh? Tunggu, ada sesuatu yang hilang! Huwaa.. kanvasku! Benda itu terpental jauh saat mobil sialan ini menabrakku. Tak kupedulikan rasa sakit yang menyerang tulang belakangku, aku segera berdiri dan mencari kanvasku tercinta. Yap, fantastic! Kudapati kanvas berlukiskan wajah tampan Donghae tertekuk jadi dua, dan ternodai tanah yang kotor. God! Jeri payahku, hancur seketika!
“Cklek”
Lalu pintu depan mobil itu terbuka dan muncul seorang laki-laki bertubuh kurus tinggi, berpakaian serba hitam, plus kacamata hitam menghias wajahnya. Ini orang mafia apa yakuza?
Laki-laki itu melepas kacamatanya dengan bergaya sok kerennya (?). “YA! Nona kau mau bunuh diri apa? Di mana matamu?! Kau tak lihat ada mobil yang melaju, huh??!” ujarnya pedas dengan nada tinggi.
Grr… kemarahanku sudah berada pada puncaknya. Siapa saja yang ada di sekitarku, siapkanlah nyawa cadangan saat mengahadapi seorang Hara. “BUNUH DIRI? KAU ITU YANG CARI MATI SAAT MENGAHADAPIKU!? TUAN MAFIA ATAUPUN YAKUZA YANG SOK KEREN, SEHARUSNYA KAU YANG TAU DIRI! KAU PUNYA OTAK APA TIDAK SIH? INI SEKOLAH, TIDAK SEHARUSNYA ‘STRANGER’ SEPERTIMU BERADA DI SINI, APALAGI SAMBIL MELAJUKAN MOBIL DENGAN KECEPATAN TINGGI! BAGAIMANA KALAU ADA YANG TEWAS KARENA AKSI GILAMU ITU? ASAL KAU TAHU, AKU HAMPIR JANTUNGAN KARENANYA DAN TULANG PUNGGUNGKU SERASA PATAH! OH, YA DAN KAU HARUS MENANGGUNG INI, LUKISANKU HANCUR LEBUR KARENAMU!! MICHEOSSYEO NAMJA!” *capslockjebol*
Ia tampak speechless sejenak setelah mendengar racauanku..
“Prok.. Prok.. Prok.. “ namun setelahnya lelaki itu malah bertepuk tangan. “Haha.. nona, tarik napas sejenak. Nampaknya kau melupakan tanda titik dan spasi. Ah, I’m very appreciate with your speech. Aku yakin kau akan menjuarai lomba debat internasional. Haha..” sindinya.
Ia berjalan mendekatiku dengan memasang tatapan aneh. “Aku tak percaya kau salah satu siswa Seoul International School, yang terkenal dengan SOPAN SANTUN-nya. Namun aku salah presepsi, rupanya murid-murid di sini telah diajari berkata kasar pada tamunya. Kau, menyedihkan nona, tak seharusnya kau sekolah di sini. Apalagi dengan mengenakan pakaian seperti itu..” ia menunjuk ke arah seragamku dengan jijik, seolah aku seekor kambing yang tak pernah mandi seminggu.
Lalu kuarahkan pandanganku pada pakaian yang melekat di sekujur tubuhku. AIGOO!! Pantas saja ia berkta seperti itu. Karena tadi dipaksa oleh Hana, ia tak sempat melepas celemek melukis yang sangat kumel dan colorful di sana-sini, yah, makhlum aku tak pernah mencucinya setengah tahun ini.
Lelaki itu kini berada 2 meter di depannya.
“Cklek.”
Tiba-tiba muncul beberapa orang dari mobil itu, dan semuanya mengenakan pakaian serba hitam seperti sedang menyamar. “Ya! Tuan stranger! K-kalian benar mafia?! Menjauh dariku!!” teriakku namun ia tak bergeming, dan tetap melangkah mendekatiku. “M-menjauh dariku!! Dasar mafia yadong!!” Aku langsung melempar sepatuku ke arah wajah sok tampannya.
“PLETAK..” Yeah, gotcha!
Tiba-tiba muncul seorang lelaki berambut pirang, dan wajahnya nampak tak asing bagiku. Lelaki tampan itu.. Donghae? Ya, dia Donghae, Super Junior! Ya Tuhan mimpi apa aku semalam, bisa bertemu langsung dengannya. Aku memang bukan Elf atau Fishie tapi aku cukup senang sekaligus terpesona oleh ketampanan Donghae. Hmm.. akhirnya aku tahu bagaimana perasaan para Kpop lover yang gila-giaan mengidolakan bias mereka. Tapi aku tak bisa mendeklarasi diriku sebagai fandom Fishie saat ini. Eh? Tunggu! Kalau itu Donghae berarti.. para lelaki yang memakai baju serba hitam juga lelaki sialan di depanku itu.. Super Junior?!
“Kyuhyun-ah! Apa yang terjadi? Siapa gadis itu? Diakah yang kita tabrak tadi?” tanya Donghae dengan raut wajah khawatir.
“Aishh.. “ Laki-laki menyebalkan bernama Kyuhyun  itu tampak memegangi kepalanya yang tadi terkena lemparan sepatu cantikku (?) “Ne, ‘gadis gila’ ini yang kita tabrak.” ucapnya dingin pada Donghae.
Tiba-tiba, Donghae datang menghampiriku dengan raut wajah semakin cemas. Dan yang tak kuduga-duga, ia langsung menyentuh kedua pundakku. Lalu berkata sambil menatap kedua mataku lekat-lekat, “Ya. Nona manis, apa kau baik-baik saja? Kau terluka? Kau tidak diapa-apakan dengan orang ini?” tanyanya lembut sambil menunjuk Kyuhyun.
Err.. sebenarnya aku ingin sekali berprotes ria padanya, namun entah setan apa yang mengahasutku sehingga aku hanya mengangguk tak berdaya, karena tatapan Donghae.
“Baguslah.” ucapnya sambil tersenyum simpul lalu mengacak rambutku yang sudah acak-acakan.
Aku tidak mimpi kan? Skin ship ini nyata? Ia tersenyum padaku, menatapku lembut, menyentuh pundakku, dan terakhir mengacak rambutku. Kuputuskan untuk mencubit lenganku, untuk memastikannya.
“Ahahaha.. “ ia tertawa melihat tingkahku. “Kau ini lucu sekali, ini bukan mimpi–“ ujarnya namun dipotong oleh Kyuhyun.
“EHEMM! Sepertinya aku dikucilkan di sini. Dunia serasa milik kalian berdua.” ujarnya pedas. “Donghae-ssi sebaiknya kau menyingkir, biar aku yang urusi ‘masalah sepele’ seperti ini.” ucapnya seraya mendorong Donghae dengan kasar.
“YA! Masalah sepele katamu?! Kau gila? Nyawaku hampir melayang tau! Lukisanku hancur, dan  tulang punggungku terasa remuk! Kau harus tanggung jawab!” teriakku namun dengan lebih mengurangi volumeku –karena ada Donghae.
“Huh? TIDAK AKAN! Aku tak sudi menolong gadis tak tau sopan santun sepertimu! Kau–“ Tiba-tiba pandangannya mengarah pada foto Donghae yang tertempel di pinggir kanvas. “Ah, aku tau niat jahatmu! Kau seorang penggemar berat Super Junior juga Donghae. Dan kau bermaksud menyuruh kami bertanggung jawab dengan uang atau sebagainya, dan jika tidak kau akan menuntut kami di pers dengan tuduhan yang tidak-tidak! Benar begitu nona yang pintar bicara? Bah, licik sekali caramu itu—“
“PLAKK!” Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Kyuhyun. Telapak tanganku memerah setelah menamparnya, tak jauh berbeda, wajahku pun juga merah padam –saking kesal dan malunya. Huh, bagaimana bisa ia menuduhku yang tidak-tidak! Aku bahkan sebelumnya tak tau siapa mereka! Beginikah perlakuan artis pada rakyat biasa? Michyeosseo namja!! Hah, sebutan itu sangat cocok untuknya!
Kyuhyun tercengang terhadap perlakuanku, ia terdiam, seakan kehilangan kata-kata. Donghae yang berada di dekat kami juga tampak sangat speechless. Sedang beberapa laki-laki –yang kuketahui merupakan member Super Junior– keluar dari van dengan raut muka yang shock.
“Ada apa ini? Apa yang telah terjadi?” tanya salah seorang.
Kyuhyun tak memperdulikan mereka, ia menatapku tajam, seolah menusuk kedua mataku dengan sebuah pedang. “YA! KAU GILA! AKU BISA MELAPORKANMU PADA WARTAWAN! ATAS PERLAKUAN KURANG AJARMU ITU—“ teriaknya tepat di wajahku, namun berhasil kupotong.
“SHUT UP! Terserah maumu! Aku muak dengan pembicaraan bodoh ini dengan ORANG BODOH sepertimu! Aku sibuk, aku mau pergi dari sini! Oh ya, kau, ingat, saat kita bertemu kembali, kau harus membayarnya!! Atau kau tak akan bisa mati dengan tenang!” Gertakku, lalu kulempar kanvasku ke arahnya, dan segera berlari meninggalkannya. Samar-samar terdengar teriakannya, namun, apa peduliku?
Argh, sebenarnya aku masih belum puas. Aku masih ingin mengomel-ngomel ria (?) mempertahankan hakku sebagai warga negara Korea Selatan! Tapi takdir berkata lain, terpaksa kupendam semuanya di kepalaku, dan mungkin lain waktu bisa kulanjutkan. Tapi harus kuakui tadi itu perang yang sangat hebat! Aku tak pernah mendapat lawan seperti dia, yang satu spesies denganku. Kami yang sama-sama bersifat keras kepala dan mudah tersulut api peperangan. Sialnya, tadi aku kalah, dan aku menyesal karenanya, tidak biasanya aku kalah beradu mulut. Soalnya tadi aku terpaksa menghentikannya karena tak mau berurusan dengan media masa tentunya. Hmm.. namun, tamparanku tadi tampaknya lumayan melukai hatinya.. hahaha..
Eh? Tunggu! Lukisanku.. Huwaa.. kenapa tadi kulempar sembarangan?? Argh, biarlah, lukisan itu memang sudah hancur (-__-”)
(End Hara POV)
………………………………………………………………………..
(Kyuhyun POV)
“SHUT OFF! Terserah maumu! Aku muak dengan pembicaraan bodoh ini dengan ORANG BODOH sepertimu! Aku sibuk, aku mau pergi dari sini! Oh ya, kau, ingat, saat kita bertemu kembali, kau harus membayarnya!! Atau kau tak akan bisa mati dengan tenang!” Gertaknya. Kemudian ia melempar kanvasnya ke arahku, dan segera berlari menjauh.
Grr.. Gadis macam apa dia itu?! Michyeosseo yeoja! “DASAR GILAA!? APA-APAAN KAU?? ARGH..!” aku berteriak kencang hingga setelahnya kepalaku jadi agak pusing.
Argh, kupegangi pipi kananku yang memerah. Sakit sekali, baru pertama kali aku ditampar seseorang, yang bahkan tak kukenali. Meski yeoja tadi bertubuh kecil, namun tamparannya sangat mematikan (?). Pandanganku menuju pada kanvas yang tadi ia lempar ke arahku. Huh, ia pelukis? Lukisan ini tampak seperti habis diinjak-injak ayam. Ancur sekali, lebih hancur daripada abstrak (?) Kupungut benda nista itu (?) Lalu aku menyeringai lebar..
Tiba-tiba seseorang menyentuh pundakku. “Ya! Kyuhyun-ah? Apa yang terjadi?” tanya seorang lelaki tampan yang terkenal dengan wajah malaikatnya.
“Leeteuk-hyung?” tanyaku kaget akan kehadirannya yang tiba-tiba.
“Hey, kami daritadi menyaksikan pertempuranmu dengan gadis itu! Hebat sekali! Haha..” ucapnya.
Belum sempat kujawab, seseorang tengah angkat bicara. “Hmm.. gadis itu lumayan cantik juga lo, dan cukup menarik. Jadikan saja dia pacarmu! Haha..” celetuk Ryeowook.
“Hahaha.. benar! Kalian cocok sekali! Kalian sama-sama keras kepala dan tersulut emosi. Hmm.. apa jadinya yaa kalau kalian pacaran nanti?” sambung Yesung yang muncul tak diundang. Ryeowook dan Yesung langsung ber-highfive ria.
Argh, dasar YeWook couple! Mereka malah membikin suasana makin runyam dan menyebalkan.
“Kyu~ memang siapa nama gadis itu??” kini Sungmin bertanya.
“Huh, entahlah. Dia siswi di sekolah ini, yang tau sopan santun! Argh, sudahlah aku malas membicarakannya.” ucapku ketus.
“Haha.. Kyu kau ini lucu sekali kalau marah.” ucapnya gemas lalu mencubit pipiku.
“Aww.. sakit!” jeritku.
“Oh iya, kau habis ditampar yaa.. Mianhae, haha..” katanya sambil cekikikan. Mendengar kata ‘ditampar’ wajahku kembali memerah, harga diriku terasa runtuh seketika mengetahui wajah tampanku telah ‘ditampar’… (pede banget Kyu ini.. -_-)
“KYUHYUNN!! Siapa yang berani-beraninya menampar wajah Gamekyu kami?? Hahahaa..” ucap Eunhyuk.
“Grr… sudahlah hyung! Aku benci dengan hal itu! Bisakah kalian bersikap lebih dewasa? Aku heran kenapa kalian bisa menjadi superstar di Korsel.” ucapku pedas dan menusuk (?) namun tampaknya mereka tak tersinggung atau sejenisnya, mereka malah tertawa.
“Kyuhyun-ah! Apa gadis itu tidak apa-apa? Apa ia terluka? Bukankah kita baru menabraknya?” tanya Heechul khawatir.
“Seharusnya kau khawatir padaku yang baru ditampar oleh gadis gila itu. Ia baik-baik saja, dan tampaknya ia tak mengalami luka serius hingga perdarahan.” jawabku dingin.
“Aish, hey, dasar bodoh, bagaimana jika ia melaporkannya pada pers? Kau harus bertanggung jawab! Makanya Kyu, masalah kecil saja kau jadikan masalah besar. Bagaimana nasib Super Junior, coba? Belajarlah dari kesalahan, jangan mudah tersulut emosi dan berlatihlah sabar!” ujarnya serius tak seperti hyung lainnya.
“Nde, hyung. Aku tahu. Aku yakin ia tak akan melaporkannya. Jika tidak, aku akan bertanggung jawab. Lagipula itu kan sudah tugasku, sebagai manager Super Junior.” ucapku tenang dan datar.
“Haish, kau ini..!” katanya kesal, lalu meninggalkanku.
“YA! Hyung-deul! Lebih baik kita kembali ke van, agar tak ada yang mengetahui keberadaan kita.” ucapku.
“Mwo? Katamu kau ada keperluan di sekolah ini?” tanya Leeteuk.
“Mmm.. entahlah, keadaan di sini tak mendukung. Besok saja, tapi kalian besok tak usah ikut, kalian malah menambah rumit masalahku. Lebih baik besok kalian manfaatkan liburan dengan beristirahat dan menyiapkan diri untuk show ke luar kota.” jawabku dengan berwibawa (?)
“Eh? Kami kan hanya ingin bersamamu di hari terakhir kau bersama Super Junior..” ucap Sungmin.
“Hyung, aku cuma cuti 3 bulan. Lagipula, aku akan sering mengunjungi dorm kalian.” Jawabku sekenanya.
Entah kenapa, Ryeowook dan Eunhyuk menangis mendengarnya dan langsung memelukku dari samping (well, Wookie sama Eunhyuk emang notabene gampang nangis). Tiba-tiba para member Suju yang lain ikut memelukku.
“Huwee.. jangan tinggalkan kami.. kau tahu kyu, kau itu orang yang paling seru untuk diisengi.. aku tak ingin kehilangan korban keisenganku.. (?)” kata Euhyuk sambil terisak-isak.
“Iyaa, Kyu, jangan pergi. Aku akan merindukan saat-saat kami mentertawakan hasil masakan ramen-mu yang ancur…” kata Ryeowook disela-sela tangisannya.
“Kyuhyun-ah, kami pasti akan merindukan omongan pedasmu itu, dan bagaimana kau tertawa meledak-ledak seperti elpiji meledak itu.. (?) Huhu..”
“Uh, aish, kalian ini.. aku tak.. bisa.. bernafas..” ucapku terputus-putus. Nafasku terasa sesak hingga tersengal-sengal. Bagaimana tidak? Lebih dari lima orang tengah memelukku erat. Akhirnya mereka pun melepaskan pelukannya dan aku pun bisa bernafas bebas. “Kalian mau membunuhku ya? Dasar, memalukan sekali, kalian para namja memelukku. Hii.. mending para yeoja yang memelukku.” ucapku sinis.
“Heyhey! Kau ketularan virus yadong-nya si Kunyuk yaa? Dasar masih kecil juga pikirannya kayak gitu..” tukas Leeteuk sang Leader Super Junior.
Eunhyuk langsung angkat bicara setelah mendengarnya, “Hah? Ngapain bawa namaku segala? Kayak hyung enggak aja..” ucap Eunhyuk membuat seluruh member ketawa.
Tiba-tiba Eunhyuk menghentikan tawanya. Ia merasa ada sesuatu yang hilang, sebagian dari dirinya terasa hilang.. *alay,woy!!* Ya, sedari tadi ia tak menyadari keberadaan Donghae –couple-nya tercinta (?) *dasar EunHae couple!* Lalu ia pun mendapati Donghae tengah bengong dengan tatapan kosong –menerawang jauh, entah sampe mana (?)
“Donghae! Woy! Denger gak?” panggilnya namun tak direspon oleh yang dipanggil. “Haish, WOY, IKAN, LU KESURUPAN, YAK??” teriaknya.
Donghae pun tersadar dari lamunannya. “Eh? Iya? Kenapa? Ada apa? Ada Jupe??” jawab Donghae latah (emang dia latah ya?).
“PLETAK!”
“Aish, pala lo Jupe! Noh, carik aja di laut, mungkin die lagi nyelem jadi putri duyung!”
“Bener, hyung? Yaudah, aku mo ke Jeju dulu ya hyung~”
“Beneran kesurupan ni anak. Ayok pulang, udah ditinggal yang lain nih.” Eunhyuk pun menarik tangan Donghae. Namun Donghae tak bergeming –masih terdiam mematung. Eunhyuk mengerutkan kening, bingung dengan tingkah sohib-nya itu. “Donghae-ya?” tanyanya.
“Ah, ne..” balas Donghae akhirnya.
*Di dalam van* “Kenapa kau aneh hari ini?” tanya Eunhyuk, saat menyaksikan Donghae yang melamun terus.
“Tak apa-apa, hanya entah kenapa, aku.. hari ini merasa.. aneh.. ada sesuatu dalam diriku yang muncul.. dan itu.. terasa.. aneh…dan baru.. bagiku.” jawab Donghae yang tampak kebingungan memilih kata-kata.
Aku yang sedari tadi menyaksikan tiap gerak-gerik EunHae couple ini jadi kebingungan. Entah mengapa, biasanya di tiap percakapan mereka selalu diiringi lelucon dan tawaan, namun tidak kali ini, mereka tampak diam, tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Dan perkataan Donghae barusan kukira merupakan lelucon yang akan berkahir dengan tawa. Namun tidak, tampaknya ia serius dan Eunhyuk pun menanggapinya dengan serius. Aah, aku bingung dengan mereka ini.. Aneh?
(End Kyuhyun POV)
………………………………………………………………………..
(Hara POV)
Aku berjalan dengan gontai, dan tak terlalu memperhatikan jalan di depanku. Hingga tanpa kusadari aku menabrak seseorang.
“BRUGH!”
“Aaw..” rintih orang tersebut,
“Eh? H-hana?? Kau di sini daritadi? Tadi bukannya kau ada di sana, saat aku tertabrak?” tanyaku terkaget karena kehadiran Hana.
“A-ani, aku baru saja di sini… err, .. mian, tadi aku pergi sebentar –ada keperluan. “ jawabnya sambil menundukkan kepala. Entah mengapa, aku merasa Hana berubah. Ekspresinya datar namun terlukis dengan jelas perasaan cemas, seakan ia sedang mengalami masalah dan tak mau diungkapkannya. Aneh. Tidak biasanya ia bersikap tertutup seperti ini. Kemana Hana yang selalu blak-blakan dan cerewet? “Umm.. Apa kau terluka?” tanyanya dengan nada yang yang aneh –tak bisa kutebak, antara cemas, kesal, ragu, dan sejenisnya.
“Aah, aku tak apa, kok. Hanya luka ringan. Beruntung mobil itu sempat mengerem, meski agak terlambat.” jawabku sedikit berbohong. Tentu bukan luka ringan, punggungku masih terasa sakit luar biasa, dan kepalaku pusing akibat peperanganku tadi. Sebenarnya aku berharap ia bertanya lebih lanjut tentang keadaanku dengan raut wajah cemas –sebagai seorang sahabat. Namun tidak, ia tak berkata apa-apa selanjutnya. Masih dengan memasang wajah datarnya seolah acuh kepadaku. Huft.. Hana, kau aneh sekali hari ini?
“Aaah, baiklah. Umm.. ayo kita kembali ke kelas, nanti kita ketinggalan pelajaran lho! Kajja!” Aku menarik tangannya, namun ia hanya terdiam. “Hana??”
“Ah, i-iya, kajja..”
Err.. Aku agak merinding juga, melihat tingkahnya. Selama perjalanan menuju kelas, kami saling diam. Ah, keadaan seperti ini membuatku tak nyaman.
“Ehem, oh ya. Hana, kau tahu, tadi aku err.. bertemu Super Junior.. loh!” ucapku keceplosan. Ups! Kenapa aku malah berkata seperti itu? Ah~ bodoh.
Ia hanya berkata “Ooh.” itu saja. Padahal kupikir ia akan menanggapinya dengan cerewet dan kritis. Hah, entahlah.. mungkin ia sedang kecapekan atau banyak masalah –yang pribadi tentunya.
“Umm, iya, kau tahu? Van yang menabrakku tadi itu, ternyata van milik Super Junior. Uh, para artis itu menyebalkan sekali, masak mereka malah memarah-marahiku, yang sudah jelas korban kelalaian mereka. Seharusnya aku yang marah dan mereka meminta maaf, bukannya balik memarahiku. Menyebalkan sekali, bukan! Awas saja kalau aku bertemu dengan mereka lagi!” lanjutku, namun Hana tak merespon. “Ngg, Hana, mianhae! Lukisannya tadi hancur, dan bodohnya aku, lukisan itu kubuang sembarangan.. hehe.. mian!”
“Gwenchana, kau bisa melukiskannya untukku lagi bukan?” balasnya. Wah! Akhirnya!
“NE!! Aku bisa!” kataku penuh semangat. Lalu saat aku akan menggerakkan tangan kananku, rasanya sakit sekali, seperti terbakar.. Argh, pergelangan tanganku tampaknya terkilir. Mungkin saat tadi aku terjatuh, tangan kananku tertindih tubuhku. Sial!! Mereka harus membayarnya!
“Hara? Kau baik-baik saja? Lebih baik kau ke UKS.” ujar Hana.
“Ah, ne. Baiklah, setelah selesai, kita bertemu di kantin ya?” ucapku, disambut anggukan Hana.
Kyaa… Siaal! Bagaimana ini? Aku tak bisa beraktifitas menggunakan tangan kananku lagi! Dan yang paling buruknya.. Aku tak bisa melukis kembali?! Tuhan, cobaan apa lagi ini? Aku tak bisa hidup tanpa melukis.. Kyuhyun! Kau harus membayarnya! Dendamku ini akan menghantuimu selama kau masih hidup!! *hwahaha..(?)*
(End Hara POV)
………………………………………………………………………..
(Kyuhyun POV)
*Di dalam van* “Haachimm!!” Tiba-tiba aku merasa ada hawa-hawa gelap dan misterius (?) yang mengelilingiku. Brr.. entah kenapa, aku jadi merinding, bulu kudukku terasa berdiri. Aura-aura hitam ini mengerikan. (?) “Hmm.. rasanya ada yang membicarakanku..” gumamku.
“Eh? Mungkin gadis tadi yang kita tabrak, sedang membicarakanmu. Ah, dan mungkin ia ingin bertemu lagi dengan pangerannya! Hahahaha….” celetuk Eunhyuk, diikuti tawa yang meledak dari setiap member Suju.
Tanpa ba bi bu lagi, kini pukulanku telah mendarat di atas kepalah hyung-ku yang paling menyebalkan, Eunhyuk. “DUAGH!”
“Ya! Sakit tau! Kau berani memukul hyung-mu seperti itu! Dasar dongsaeng menyebalkan.” ucap Eunhyuk kesal.
“Huh? ‘Hyung’? Aku ini manager, jadi jangan anggap aku anak kecil. Lagipula saat berada di tengah kalian, aku merasa seperti seorang ayah.” sindirku tajam, hingga membuat yang lain bungkam.
Aish, tampaknya mereka telah menemukan ejekan baru padaku. Sial, seharusnya aku tak bertemu dengan gadis itu!
(End Kyuhyun POV)
………………………………………………………………………..
(Hana POV)
*Flash Back*
“HARAA!!? AWAASS..” Aku berteriak ke arah Hara.
Hara pun menyadari adanya sebuah van yang akan menabraknya. “KYAAA…” Ia berteriak dalam waktu berselang beberapa detik hingga mobil itu menabraknya..
Kyaa… Hara.. Hara.. temanku.. sahabatku.. tidak.. dia sudah kuanggap saudariku.. ia akan meninggal? Tidak, tidak! Aku tak berani melihatnya, aku pun menutup kedua mataku dengan telapak tanganku.
“BUGH..” Bunyi itu pun meyakinkanku untuk membuka mata.. dan kudapati Hara terpental, hingga akhirnya tersungkur di tanah.
Kyaa!!? Ingin aku berteriak kencang, namun tenggorokanku terasa tercekat saking shocknya. Eh? Tunggu, ia bergerak.. Hara masih hidup! Kulihat ia bangkit kembali dengan segenap tenaga dan lalu ia segera memungut kanvasnya yang terjatuh. Ya Tuhan, di saat seperti ini, dia masih saja mengurusi lukisan bodoh itu! Aku pun berjalan mendekatinya dengan langkah kecil. Sebagai seorang teman, aku ingin membantunya.
Tapi tiba-tiba dalam van itu muncul seorang laki-laki bertubuh tinggi kurus dan mengenakan pakaian hitam. Ia berjalan ke arah Hara, dan mereka tampak bercakap-cakap, entah apa yang mereka bicarakan aku tak dapat mendengarnya. Lalu dari van itu muncul seorang lelaki berambut pirang yang juga mengenakan pakaian hitam-hitam. Tunggu, aku mengenalinya! Ia Donghae Suju, berarti yang ada dalam van itu SUPER JUNIOR! Kyaa..!! Ini bukan mimpi kan??
Kuamati gerak-gerik Donghae, ia berjalan ke arah Hara, sekali lagi aku tak tahu apa yang mereka bicarakan. Yang membuatku kaget setengah mati adalah Donghae sedang memegang bahu Hara dan lalu ia mengacak rambutnya! Kurasa Donghae juga sedang tersenyum ke arahnya, namun Hara hanya memasang wajah shock.
Argh! Perlakuan mereka ini seperti sepasang kekasih saja! Dan aku sebagai fans beratnya tentu merasa sangat ENVY sekali! Tak habis pikir aku, seorang Donghae bisa berperilaku seperti itu pada seorang gadis, yang bahkan tak tahu menahu tentang Super Junior, padahal ia jarang sekali seperti itu pada ELF. Donghae, taukah kau, akulah sang fishie sejati! Seharusnya kau seperti itu padaku, bukan Hara! Huh! Yeah, nampaknya amarah ke-envy-an-ku sudah mencapai maksimum.
Oh, God! Aku ingin kabur saat itu juga! Namun, entah apa yang menahanku. Aku ingin menyaksikan apa yang terjadi selanjutnya. Oh, ya aku sebelumnya aku memang berencana menolongnya, namun TIDAK kali ini. Aku teman yang jahat? Ya, kecemburuan telah menguasai hatiku. Siapa sih Hara itu? Putri? Anak presiden? Kenapa dia selalu beruntung?? Argh, menyebalkan! Awas kau Hara, aku akan membalasmu!
Tiba-tiba kusadari dari dalam van itu muncul para member Suju yang tampaknya kaget sekaligus heran. Akhirnya kuputuskan untuk segera pergi dari sana, agar mereka tak tahu keberadaanku, karena aku tak ingin dikira netizen.
Oh, ya, aku lupa memberi tahu kalian. Aku sudah merencanakan rencana balas dendamku pada Hara. Tadi aku sempat mengambil beberapa foto saat Donghae mengacak rambut Hara. Dan aku berniat menyebarkannya di internet. Coba, bagaimana reaksi para ELF dan Fishie setelah melihatnya, mungkin mereka akan mengira Hara sebagai ex-girlfriend Donghae. Daann.. setelah itu, kalian tahu kan apa yang akan mereka lakukan pada Hara. Yeah, hebat bukan rencana jahatku ini? *Hwahahaa(?)* Lalu mengenai Donghae, umm, mungkin dengan adanya berita yang bakal menghebohkan ini, ia akan makan terkenal, haha.. Jika malah berakibat buruk, aku masih memiliki rencana cadangan. Aku akan menjadi saksi dan memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi. Lalu, entah apa yang akan terjadi setelahnya. Yang penting hal itu akan cukup membuat Hara menderita. Aku teman yang sangat jahat bukan? Yeah, dan aku bangga akan peran antagonisku. Haha..
*End Flash Back*
(End Hana POV)
………………………………………………………………………..
– To Be Continue –
Hufft.. akhirnya part 1 slese juga >//< #plak
Huuhuu speechless author, ni FF ancur banget~ *makhlum author geblek & amatiran*
Ya ampun, ini cerita panjang banget yak? Mian readers kalo enek & boring abis L (Author juga #plak) Ya udah saya usahain part selanjutnya pendekan dikiit (?)
FF ini kok kesannya malah kayak sinetron ya? -_-“ Hadeh, gak atau lah, author pasrah kpd Tuhan YME (?) Yang penting, FF ini cuma buat hepi-hepi aja~ #hepiapanya?
Mian klo ada typo *author males ngedit ni FF nista*
Meski FF ancur banget kayak abis dilindes tank, tetep RCL ya? (Read, Like, & Comment)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar