Minggu, 13 November 2011

[Fanfiction] Invisible - Part 1

*ini fanfic sebenernya kubuat waktu jaman kelas 6 SD alias 2 tahun yang lalu. so, maaaaf banget kalo bahasanya yaa gimana gituu -__- (re: childish, alay) sungguh, aku bingung mau ngelanjutinnya gimana, makanya siapa aja yang baca, pliss kasih saran yaa! Meski aneh tapi menurutku ide ceritanya lumayan kok, sayang kalo gak dilanjutin :D*
AUTHOR : Tiffa0711
LEGTH : Series
GENRE : Romance, friendship. Mystery (?)
RATED : PG-13
CAST : Taeyeon, Mr. Kim (?), Kibum, Dong Hae, Yoona

WARNING!! DON’T BE PLAGIAT AND SILENT READER!!
 (Author POV)
Daeyoung High School  (jurusan perfilman)
Suasana di dalam kelas 12-C sangat sunyi. Semua murid diam membisu tengah memperhatikan sensei mereka yang sedang menjelaskan pelajaran mengenai huruf kanji dan katakana yang selalu berujung pada sejarah Jepang.
Saking sunyinya dan membosankan, seorang yeoja yang berada di bangku paling pojok + paling belakang  tengah terlelap. Tampaknya ia sangat kelelahan hingga terbentuk kantong mata hitam di bawah matanya.
Sensei menyadari bahwa diamnya murid-murid di kelas itu bukanlah diam memperhatikan pelajaran, melainkan diam karena sebagian besar tertidur.
Sensei menunjuk salah seorang murid yang tertidur dengan sangat pulas –seakan dunia tenggelam dalam tidurnya. “Kau!! Bangun sekarang juga!!” Teriak sensei itu.
Mendengar teriakan yang bagai letusan gunung berapi itu, seorang yeoja bernama Taeyeon yang tertidur di bangku pojok belakang terbangun. Wajahnya memucat diikuti keringat yang mengalir di keningnya.
(Taeyeon POV)
Setelah mendengar teriakan Fuji sensei yang menggelegar. Jantungku serasa mau copot begitu mendengarnya, uh ini pertama kalinya aku ketahuan tidur.
“Kibum-sshi!! Cepat bangun!!” Teriak Fuji sensei kembali.
Eh? Rupanya bukan aku! Fiuhh… syukurlah. Lagipula mana mungkin sensei memperhatikanku, begitu juga semua anak di kelas ini. Ya, tak pernah memperhatikanku. Mereka mungkin lupa kalau punya seorang teman bernama ‘Kim Taeyeon’. Ah, lebih baik aku tidur lagi saja… hoahh
“KIBUM!!?!?!” Teriak sang sensei kali ini membuatku membeku ketakutan –meski tidak ditujukan padaku, sehingga tak kulanjutkan tidur indahku.
Aku mengalihkan pandanganku pada seseorang yang sedang diteriaki + dipelototi oleh sensei, yaitu Kibum. Namja itu tetap tak berkutik. Yah, memang, Kibum dan aku merupakan raja dan ratunya tidur saat di kelas. Dia dikarenakan setiap hari dari siang sampai malam selalu sibuk syuting ataupun pemotretan. Sedang aku karena sepulang sekolah hingga larut malam selalu bekerja paruh waktu di berbagai tempat untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Meski memiliki kesamaan yang sama, namun kami berdua memiliki perbedaan yang sangaaat besar bisa dibilang seperti langit dan bumi. Dia terlalu hebat dan popular di sekolah yang sudah jelas tak mungkin mau bergaul denganku. Ah, bukan hanya dia sih, tapi juga murid-murid sekelas. Yah, meski sudah 3 tahun aku telah berada di kelas ini, mereka pasti lupa namaku dan bahkan keberadaanku. Saking PENDIAMNYA diriku.
Sensei sudah terlihat amat murka sekali sehingga di kedua telinganya seperti keluar api kemarahan (?). Lalu sensei mengeluarkan jurus andalannya, yaitu serangan kapur  (?).
Sensei mengambil ancang-ancang melempar kapur, lalu melemparkan sekeras mungkin dengan berpose layaknya pemain kung-fu (Jacky chan kale..)
PLETAKK!!   ~&%$%$#@$~
Nice shoot!
“Arghh… sakit tau!” Erangnya saat ia terbangun. Lalu celingak-celinguk mencari siapa yang melemparnya. Dan terkejut saat dipelototi oleh kedua mata Lucifer(?) sensei. Aku melihat tatapan sensei dengan ketakutan, sepertinya tatapannya itu bisa mengeluarkan arus listrik 1000 volt. Jika aku jadi Kibum, pasti akan langsung pingsan, atau mungkin koma. Namun Kibum malah balas menatap sensei dengan lembut dan malah terseyum gaje.
“Ah, sensei. Maaf saya tertidur di kelas. Sebenarnya saya sedang sakit… Uhuk…uhukk..” Kata Kibum sambil membuat batuk yang dibuat-buat “Sepertinya saya demam karena seminggu ini jadwal saya padat. Saya .. Uhuk…uhuk… sudah berusaha untuk mengikuti pelajaran dengan maksimal.. namun..”
“Oh, ne, ne, kau sensei maafkan. Namun seharusnya kau tak usah masuk hari ini, karena bisa mengganggu yang lain dan kesehatanmu bisa tambah memburuk,” Balas sensei dengan nada penuh perhatian. Berubah drastis dari yang tadi! “Kibum-sshi kau bisa beristirahat di UKS, namun saat jam pelajaran kedua usahakan kau kembali ke kelas.” Lanjutnya.
“Arraseo, saya pasti akan kembali saat jam pelajaran kedua… Uhuk.. Arigatou sensei!” Kibum berjalan di depan Fuji sensei  dengan memasang wajah pucat. Namun saat ia berada di depan pintu, wajahnya berubah menjadi senyuman iblis penuh kemenangan.
Aishh! Dasar actor! Seenaknya menyalahgunakan kelebihan acting. Aku bisa menduga, kalau dirinya pasti bangga sekali karena actingnya telah berhasil untuk kesekian kalinya.
Pelajaran ke-2 : Sejarah
Sudah bisa menduga kan’ kalau aku sudah jelas akan tertidur pada pelajaran yang satu ini.
Blitz!
Ukh! Aku segera terbangun dari tidurku setelah menyadari ada cahaya yang menyambarku, lebih tepatnya kamera. Ah, bisakah tidak mengganggu waku tidurku untuk kesekian kalinya? Aku memperhatikan seluruh murid di ruangan, mencari siapa dalang paparazzi ini. Hmm..nampaknya banyak murid tidak tergganggu oleh cahaya kamera tadi. Atau mereka tak menyadarinya? Ataukah hanya aku sendiri yang merasakannnya? Ah Kim Taeyeon, ini hanya perasaanmu saja tak usah hiraukan!
Blitz!
Mwo? Siapa sih paparazzi yang seenaknya memotret orang ini?! Bukan hanya kali ini saja, tapi aku juga sering merasakan ada yang sering mengikutiku dan mengambil fotoku. Pulang sekolah, saat sekolah, di kantin, di perpustakaan, berangkat kerja, pulang kerja, bahkan pernah juga di rumahku. Ini sudah kelewatan! Apa dia tidak tahu, aku selalu ketakutan dan was-was karenanya, dan bahkan bisa gila! Awalnya kukira kejadian seperti ini hanya perasaanku atau cuma kebetulan, tapi kini TIDAK! Aku yakin betul memang ada paparazzi yang membuntutiku. Apa istimewanya aku?! Dan apa untungnya memang?!
Aku kembali memperhatikan satu-persatu murid-murid dengan tatapan menyelidik tajam. Mereka tetap tenang. 20% dari mereka focus pada pelajaran, 15% melakukan hal tak berguna, 20% mendengarkan musik dengan headset diam-diam, dan 45% tertidur. Nampaknya tak ada yang membawa kamera atau SLR di kelas ini. Yah karena memang tak ada pelajaran fotografi hari ini.
Tapi tiba-tiba mataku menangkap sesuatu yang mencurigakan, seorang namja yang duduk di sebelah bangku Kibum, yaitu Donghae tengah mengutak-atik sesuatu yang ada di kolong mejanya secara sembunyi-sembunyi. Apa itu kamera ya? Donghae kemudian mengeluarkan sebuah benda mengkilat yang tak lain adalah kamera berukuran super kecil dan slim dari kolongnya, lalu memberikannya pada Kibum sahabatnya yang ada di sebelah bangkunya dengan sembunyi-sembunyi.
.. jadi Donghae sang ketua OSIS cool itu yang memotretku… dan Kibum sang pin up boy juga bersekongkol dengannya.. untuk apa??
‘.. Kyaa…!! Donghae!! Kibum!!‘ Pasti begitulah kesan pertama yeoja lain terhadap Donghae dan Kibum jika tahu 2 sahabat yang popular itu sedang memotret mereka . Namun aku tidak, jika memang terbukti mereka paparazzi yang selalu mengintaiku… akan segera kuhabisi mereka! Memangnya kau tidak takut jika ada orang asing yang selalu mengintaimu seharian terus! Huh..
Aku menatap tajam kearah mereka berdua yang sedang tersenyum penuh kemenangan setelah melihat foto yang ada di kamera itu bersamaan. Wajahku memerah dan tetap menatap tajam kearah mereka. Namun mereka tak memperdulikanku seakan aku ini tak terlihat. Lalu guru sejarah yang tengah mendongeng (?) di depan kelas, memandang Kibum dan Donghae tajam setajam silet, sehingga membuat  mereka yang asik bergosip ria (?) kembali pada posisi belajar yang baik dan benar.
Tiba-tiba Kibum yang berada di bangku paling depan pada baris paling jauh dari barisku menolehkan kepalanya menatapku lalu tersenyum gak jelas. Eh? Kenapa? Dia menatapku…. Aku yang hanya yeoja super biasa ini, sedang di pandang dan bahkan disenyumi oleh seorang Kibum… Oh gee..
Aku langsung terdiam mematung. Karena merasa malu aku langsung mengalihkan pandangan ke depan. Dan aku mendapati yeoja yang duduk di depanku tersenyum manis ke arah Kibum –membalas senyuman namja itu –yang SEBENARNYA Kibum tujukan pada yeoja tersebut. Yeoja tersebut adalah Yoona, yeoja terpopuler di sekolah dan banyak ditaksir oleh kalangan para namja, dan mungkin tidak terkecuali Kibum. Yoona aktris dan Kibum actor, jelas mereka sangat cocok.
eh .. apa mungkin… berarti yang difoto Kibum dan Donghae SEBENARNYA adalah Yoona….
Owh… aku … malu sekali.. Pabbo! Kenapa aku bisa se-PD itu sih! Kenapa aku tidak berfikir bahwa yang difoto itu Yoona!
Ayolah Taeyeon, lihat dirimu. Kau sangat biasa. Dan tak mungkin ia melihatmu bahkan mengenalmu!
***
 “Ah, Eomma, Appa, aku pulang!” Seruku begitu menginjakkan kaki di depan pintu rumah.
“Ah iya mereka kan sedang pergi.” Lanjutku dengan murung lalu mengambil sebuah kunci yang disembunyikan di bawah pot bunga, lalu membuka pintu itu.
“Wah sepinya…” Ujarku sedih begitu memasuki ruang tamu.
Aku langsung menuju kamarku, berganti pakaian, lalu tergesa-gesa membuka notebook-ku yang berada di meja. Yah, inilah yang kulakukan sehari-hari, mendengarkan musik di notebook, atau membuka jejaring sosial di internet. Seperti Facebook, Twitter, Interpall, You tobe, Flicker, Ebay, dan masih banyak lagi. Namun yang paling sering kubuka adalah blog atupun webku yang biasanya berisi tentang informasi sesuatu, karya tulisku, hasil fotoku, opini-opini tentang banyak hal, dan lain-lain. Blog dan web-ku sudah tak bisa terhitung jumlahnya, dan follower dalam satu blog atau web minimum 100 orang. Dalam sehari aku bisa berada di depan notebook-ku hingga 20 jam nonstop (?). Sebenarnya aku memang pandai dalam berkomunikasi pada dunia maya, namun tidak di kehidupan nyata.  
Kini aku tengah membuka blog rahasiaku yang wajib kubuka setiap hari karena isinya adalah diariku. Disinilah aku menumpahkan segala kepenatan, kesedihan, ataupun kebahagiaanku, karena di dunia ini tak ada yang bisa menjadi tempat curhatku. Memang aneh kalau blog kuisi dengan catatan harianku, karena aku ingin ada orang yang meresponku. Meski awalnya tak ada siapapun yang akan merespon atau bahkan mem-follow, namun ada seseorang yang langsung merespon bahkan menyukai post pertamaku. Entah dari mana ia megetahuinya. Aku memanggilnya Mr. Kim sedang dia memanggilku Ms. Kim. Kebetulan nama marga kami sama, Kim.
Mr. Kim adalah namjachinguku selama setahun ini. Yah, meski hanya lewat jejaring sosial kami berinteraksi satu sama lain dan tak pernah bertemu langsung. Pernah sekali aku mengajaknya web cam bersama namun ia hanya menolaknya mentah-mentah dan beralasan alat web cam-nya rusak. Namun setelah kupikir-pikir mungkin aku memang belum siap menunjukkan diriku yang sebenarnya padanya dan aku juga belum siap mengetahui siapa dia yang sebenarnya.
Awalnya kami berpacaran hanya untuk kesenangan belaka namun lama-kelamaan aku mulai merasa suka dan tertarik padanya lewat setiap kata-katanya yang selalu bisa membuatku semangat melewati hidup ini. Huh… aku jadi pingin segera bisa bertemu dengannya. Tapi apa ia juga punya perasaan yang sama padaku? Atau apa dia sudah punya yeojachingu lain? Pabbo Taeyeon! Tentu saja, dia itu bukan siapa-siapamu di dunia yang nyata ini! Kenapa aku jadi panas begini sih?
***
Aku merenggangkan tubuh dan melakukan beberapa olahraga ringan setelah duduk di depan notebook selama 1 jam.
“hah… Akhirnya selesai juga.” Gumamku sambil memandangi hasil ketikanku pada layar monitor. Aku membaca ulang kumpulan kalimat itu yang merupakan diariku yang telah dipost-kan pada blogku.
Post : 25 Desember 2008
Hari ini pelajaran Bahasa Jepang dan sejarah, seperti biasa aku sang ratu tidur tertidur di kelas dan kali ini juga aku tidak ketahuan guru… Selalu saja begitu bukan hanya guru tapi murid-murid di sana juga, tak pernah melihatku, memang aku yang sebesar ini tidak terlihat apa? Huh, semakin lama aku hidup rasanya aku bisa semakin gila karena tidak diperhatikan siapapun!
Oh ya tadi saat pelajaran bahasa Jepang si raja tidur Kibum itu ketahuan sedang tidur.Awalnya sensei berteriak memarahiku yang juga sedang tertidur, namun rupanya Kibum yang kena. Uh, aku sempat ketakutan saat itu. Tapi Kibum yang saat itu sedang dipelototi oleh sensei sok mencari alasan tidur karena sedang sakit sehingga ia disuruh beristirahat di UKS. Cih! Dasar actor! Lebih menyebalkan lagi saat ia keluar kelas ia tersenyum iblis penuh kemenangan. Dan lebih-lebih menyebalkan lagi saat pelajaran sejarah, dia kembali dari UKS ke kelas dengan wajah yang segar dan berseri-seri padahal sebelumnya dia memasang tampang memelas. Uh dia benar-benar actor sejati. Kibum jelek! Eh? Memang bukan urusanku sih, aku tak kenal dia dan dia juga tak kenal aku, tapi… bagaimana.. ya.. aku .. memang sebal melihatnya!
Ah iya, tadi saat pertengahan pelajaran sejarah lagi-lagi aku tidur.. lalu aku bangun karena ada cahaya kamera yang sepertinya tengah memotretku, tak ada suaranya sih namun aku bisa jelas merasakan cahaya blitz menyambar. Karena tak peduli aku langsung tidur lagi, namun cahaya itu kembali menyambarku. Hal itu amat sangat membuatku marah karena telah mengganggu tidur indahku. Lalu aku menyelidiki tiap anak di kelas, mencari tahu siapa yang membawa kamera. Dan aku melihat seseorang murid yang mencurigakan. Kau tahu siapa itu? Dia adalah Donghae sang ketua OSIS cool itu! Rupanya benar dia memang membawa kamera. Lalu Donghae memberikan kamera itu pada Kibum. Mereka tengah membicarakan sesuatu sambil memandang layar kamera itu bersamaan. Karena itu aku menduga mereka bersekongkol memotretku! Lalu songsaenim melotot melihat kelakuan 2 anak manusia itu sehingga mereka menghentikan kegiatan mereka dan kembali terpaku pada pelajaran.
Beberapa menit setelah insiden itu, tiba-tiba saja Kibum tengah memandangku sambil tersenyum manis. Aku kaget sekaligus merasa malu entah kenapa pikiranku jadi tak karuan bercampur malu. Aku yang hanya spesies manusia biasa ini sedang diperhatikan oleh seorang pin up boy, Kibum… Rasa senangku tak bertahan lama setelah mengetahui yang sebenarnya sedang diperhatikan Kibum adalah Yoona yang duduk di depanku. Uh rasanya hatiku panas bercampur malu. Pabbo! Seharusnya aku tak usah terlalu ge’er seperti itu. Lagipula seharusnya aku ingat mana mungkin dia mengenalku. Yeah, memang kabarnya si Kibum itu sedang pendekatan sama Yoona. Mereka 2 manusia popular itu memang cocok.
*Sekian pengalamanku menyebalkanku hari ini. Tolong saran dan kritiknya yah!*
(Taeyeon POV end)
***
(Author POV)
Kini yeoja bertubuh kurus itu tengah makan ramyun dengan lahapnya sambil menatap layar monitor notebook. Ia tampak sedang membalas pesan namjachingu-nya melalui email.
è From : Mr. Kim
“Annyong chagiya! Aku sudah membaca postmu hari ini. Setiap hari kau selalu memiliki pengalaman menyebalkan ya ?”
è From : Ms. Kim
“Ne, annyong ……. Aish, kau itu! Bukannya mendoakan yeojachingu-mu supaya terlepas dari penderitaan malah mengejek! >_<”
è From : Mr. Kim
“Hahha… mianhae. Ngomong-ngomong kau masih saja tukang tidur ya.. “
è From : Ms. Kim
“Hehe… iya dong. Mau bagaimana lagi malamnya aku harus bekerja paruh waktu di swalayan dari jam 6 sore sampai 12 malam @_@”
è From : Mr. Kim
“Wow… dasar pekerja keras! Sebaiknya kau lebih menjaga kesehatan dan sebaiknya kau ambil cuti dari pekerjaanmu untuk beberapa hari ya! Jangan memaksakan untuk bekerja! Dan kurangi ngenet! Lebih baik kau pakai waktumu luangmu untuk beristirahat!”
è From : Ms. Kim
“Ah, ne ne ara songsaenim.. Kau masih saja perhatian ya! Umm… namun sepertinya aku tidak bisa mengurangi ngenet, karena nanti aku tak bisa bertemu denganmu^^”
è From : Mr. Kim
“Terserahlah, aku hanya menyarankan dan lebih baik kau ‘MELAKSANAKANNYA’. Oh ya, siapa namja bernama Kibum itu??”
è From : Ms. Kim
“Eh? Waeyo? Dia itu bukan siapa-siapaku kok, kenal saja tidak apalagi teman.”
è From : Mr. Kim
“Ah, bukan.. hanya agak cemburu sih karena kau sering sekali membahasnya di setiap postmu L
è From : Ms. Kim
“Eh? Chagi, jangan jealous dong! >.< Hanya kebetulan saja pada setiap pengalaman-pengalamanku ada Kibum.”
è From : Mr. Kim
“Ne, araseo.. Memangnya menurutmu, Kibum seperti bagaimana?”
è From : Ms. Kim
“Hmm…. Aku tak tahu bagaimana secara terperinci sih, Kibum itu actor yang sangat handal sampai-sampai guru bisa mudah ditipunya, dia ramah pada semua orang namun terkadang canggung pada yeoja, dan yang kudengar-dengar dari para fans yeojanya kalau dia itu hobby banget fotografi sama seperti Donghae sahabatnya. Dia juga sering menjuarai lomba fotografi dan katanya objek fotonya itu seorang yeoja misterius yang rumornya adalah Yoona.”
è Mr. Kim
“Hahaha… kau bilang tidak tahu secara terperinci, tapi itu terperinci sekali.”
è Ms. Kim
“Eh? Sudah dulu ya, aku mau siap-siap kerja. Bye!”
è Mr. Kim
“Ne, chagiya.. hati-hati yah. Saranghae!”
Kata terakhir namjachingu Taeyeon itu sukses membuatnya blushing. Namun Taeyeon tak menjawabnya dan langsung bersiap bekerja.
***
Di tempat lain..
Seorang namja tengah asih mengotak-atik laptop apple-nya. Ia membuka sebuah blog berjudul “Almighty Ms. Kim’s Room” dan membaca setiap postingnya yang sebenarnya sudah ia baca berkali-kali.
“Hahahaa…. Kim Tae Yeon, yeoja polos yang aneh sekaligus menarik.” Gumamnya pelan.
Selesainya ia langsung membuka emailnya dan membaca ulang salah satu pesan pada kotak masuknya.
“……Hmm…. Aku tak tahu bagaimana secara terperinci sih, Kibum itu actor yang sangat handal sampai-sampai guru bisa mudah ditipunya, dia ramah pada semua orang namun terkadang canggung pada yeoja, yang kudengar-dengar dari para fans yeojanya kalau dia itu hobby banget fotografi sama seperti Donghae sahabatnya. Dia juga sering menjuarai lomba fotografi dan katanya objek fotonya itu selalu seorang yeoja misterius yang rumornya adalah Yoona…..”
“Memang lumayan terperinci sih, tapi ada kesalahan pada yang dia maksud objek foto. Hahahaha…”
***
(Taeyeon POV)

“Argh, sial! Sudah sangat larut, kenapa sering sekali lembur sih!? Menyebalkan!” Gumamku sebal sambil menatap jam tanganku lekat-lekat di tengah kegelapan malam. Sekarang pukul 11.45 malam aku tengah berdiri di halte bus yang sudah sangat sepi pastinya di tempat yang terpencil seperti ini.
Sssiiinngg…..
“Argh! Beruntungnya diriku besok aku ujian fisika dan sekarang aku terjebak di halte bus sepi ini!” Teriakku sambil menendang kaleng bekas di jalan dengan emosi.
Lalu aku terkaget saat seseorang menyentuh pundakku dengan kasar, sontak aku berbalik menatapnya. Seorang pria paruh baya bertubuh besar yang gayanya sangat urakan dengan rambut gondrongnya menatap tajam ke arahku.
“Hey! Little girl, would you play with me?!” Katanya memaksa dengan mata merah yang terus menatap tajam. Aku sempat mencium bau soju.
Refleks aku segera menghindarinya dengan berjalan mundur dengan cepat dan kulanjutkan dengan berlari cepat. Aku melihat preman itu juga tengah mengejarku. Namun setelah lari beberapa ratus meter, aku sudah tak tahan menahan rasa lelahku. Sehingga aku segera berhenti di suatu tempat yang tak kukenal yang lebih gelap. Kurasa ia sudah pergi.
“Hey… kita bertemu lagi” Kata seseorang yang tiba-tiba muncul di depanku dan sudah kuduga ia adalah preman kurang ajar tadi. Ah, pabbo kenapa aku berhenti di tempat yang lebih gelap dan sepi seperti ini!
“Yebbeo, kenapa kau kabur? Aku hanya ingin…” Katanya sambil berjalan mendekatiku dan aku melihat kilatan cahaya yang sepertinya berasal dari pisau yang ia keluarkan. Ia kini berada di depanku hanya berjarak satu langkah lalu menidongkan pisaunya ke arah leherku.
“Aku hanya ingin kau menyerahkan barang berhargamu sekarang!?! Cepat!” Lanjutnya dengan membentak. “Cepat!! Kau punya 3 pilihan, rumahmu yang nyaman, rumah sakit, atau….. KUBURAN!”
Uh bagaimana ini aku tak punya uang, hanya ada uang kecil untuk naik bus dan jika cuma segitu preman itu pasti tak mau menerimanya. Pastilah tanpa segan-segan dia langsung membunuhku yang hanya seorang gadis sangat biasa ini atau bisa dibilang sangat kekurangan. Huh, aku hanya bisa diam membisu, tenggorakanku serasa tercekat sesuatu sehingga tak bisa mengeluarkan sepatah katapun. Akh, tidak adakah pilihan ke-4? Aniyo!!! Bagaimana ini!!?
“Cepat jawab! Baiklah kalau begitu aku menganggapmu memilih pilihan ke-3!” Bentak preman itu tidak sabar. Seperti yang sudah kuduga, dia segera mengambil ancang-ancang menghunuskan pisau kecilnya yang bermata tajam itu ke arahku.
“Kyaa….” Tariakku  saat pisau itu mulai terangkat.
Deg.. deg… deg.. pikiranku sangat kacau seperti terjadi perang bercampur badai yang berkecamuk. Kenapa aku gadis yang masih berusia 17 tahun ini harus mengalaminya. Uh aku tak berani memikirkan kelajutannya dan hanya nenutup mata rapat-rapat. Hm.. Taeyeon berfikirlah positive, ini hanyalah mimpi dalam tidurmu dan setelah ini kau akan terbangun disambut cahaya matahari pagi.
…..
Brughh..
…..
~*To Be Continued*~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar